[Review Buku] Trilogy Parenting : Ayah Tangguh

7/10/2020


Setelah sebelumnya saya review buku Membasuh Luka Pengasuhan, dan Membayar Utang Pengasuhan, yang keduanya merupakan bagian dari Trilogy Parenting Karya dari Dandiah (Diah Mahmudah & Dandi Birdy, pasangan Psikolog dan Psikoterapis) membuat saya yang Seorang Ibu, banyak "berkaca" dan instrospeksi diri.  Nah di tulisan ini akan mereview buku satunya lagi yaitu "Ayah Tangguh" dari sudut pandangnya Pak Suami, alias Randi.

Baca dulu : Membasuh Luka Pengasuhan
Baca juga : Membayar Utang Pengasuhan

Jadi, setahun setelah saya dan Suami menikah, Alhamdulillah kami diberi amanah oleh Sang Kuasa, berupa titipan Anak yang melengkapi Keluarga kecil kami. Jujur, kami mengalami satu fase "kaget" dengan predikat baru sebagai Mama dan Papa. Awalnya kelabakan karena bingung bagaimana cara mengatur waktu, mau tidur cukup aja kok rasanya sulit.

Banyak hal terjadi di perjalanan rumah tangga kami, seringkali membahagiakan, namun tak jarang ada juga yang menyesakkan. Semua merupakan proses kami menuju pendewasaan diri, baik sebagai Pasangan, juga sebagai Orangtua. Banyak perjalanan kami yang beberapa diantaranya seolah tergambarkan di Buku Trilogy Parenting ini.


Khusus untuk Buku Ayah Tangguh, yang akan review adalah Randi, tapi gapapa ya saya yang nulis, based on ceritanya Randi gitu, hihi.

So, here it is.

Buku "Ayah Tangguh" di mata Seorang Ayah (Randi)

Trilogy Parenting Dandiah

"Ayah Tangguh. Membuatku tumbuh. Menjadi Pribadi yang utuh. - Dandi Birdy-"

Wow, tiba-tiba disodori Buku berjudul "Ayah Tangguh" oleh Hani, disuruh baca, disuruh review. Well, owkay, no problemo. Kalau dari cerita Hani soal Trilogy Parenting, ketiga buku ini memang bagus dibaca bersama sih, karena saling berkaitan satu dengan yang lainnya. Dua buku sudah dibahas Hani kan ya, sekarang giliran saya sharing ke kalian semua mengenai Buku "Ayah Tangguh" dari sudut pandang saya, sebagai seorang Individu, seorang Suami, dan seorang Ayah.

Buka Bab 01, langsung bahas mengenai Disharmoni Keluarga, yang disebabkan oleh 7 "dosa" seorang Ayah, yaitu :
  1. Ayah si anak Mami (tidak mandiri)
  2. Ayah si penyiksa (berbuat kekerasan)
  3. Ayah si pelit (pelit terhadap keluarga)
  4. Ayah si ATM (fokus hanya mencari nafkah) 
  5. Ayah si Ambisius (menitipkan ambisi ke anak) 
  6. Ayah si pemarah (melampiaskan amarah ke istri dan anak), dan 
  7. Ayah virtual (berada jauh dan sibuk bekerja).
Semua "dosa" diatas, sudah pasti akan menimbulkan ketidakbahagiaan seorang Istri, dan bahkan Anak-anak. Padahal tugas seorang Ayah adalah untuk menjaga keharmonisan dan kebahagiaan Keluarga.

Kaum Ayah siap-siap kena "sentilan" sejak Bab pertama, karena bisa jadi kita melakukan "dosa-dosa" diatas dan tidak menyadari akibatnya bisa sangat fatal terhadap keharmonisan Keluarga.

Di Bab 02 ada pernyataan yang menohok, ternyata Indonesia menduduki rangking ke-2 Fatherless Country di Dunia. Tentu ini bukan sebuah achievement dong ya, saya aja malu bacanya. Jangan-jangan saya nih salah satunya.

Karena, jangan salah, yang dimaksud dengan Fatherless ini gak semata-mata ketidakhadiran secara fisik, namun juga secara psikologis. Jadi pengen nanya, "apa itu ya alasan Hani sering ngomel di rumah?"

Lalu kenapa sih Para Ayah bisa jadi seperti itu?, kok bisa kehadirannya gak dirasain Keluarganya sendiri. Ternyata bisa disebabkan karena beberapa faktor, selengkapnya bisa baca sendiri ya di bukunya langsung.

Bab 03 mengingatkan saya meluruskan niat untuk menjadi Pelita hidup sepanjang masa, walaupun pelitanya jarang terlihat sinarnya. Ya gimana ngga ya, apa-apa yang disebut selalu Ibu, Ayah seolah Malaikat yang terlupakan.

Mentang-mentang Ayah gak tahu rasanya hamil, melahirkan, menyusui, dan lainnya, semua perjuangan Ayah seolah gak ada artinya.

Tapi gak gitu juga kok, santaaai, di Bab ini kita sebagai kaum Ayah akan diingatkan mengenai Fitrah peran kita. Karena gak mungkin Allah SWT. menghadirkan kita di muka bumi ini tanpa maksud dan tujuan kan ya. Ada 5 Pilar yang setidaknya harus kita kuasai supaya dapat menjadi seorang Ayah Tangguh.


Di Bab 04 saya menemukan kelegaan tersendiri, seperti ada pembelaan untuk saya yang juga ingin menjalankan peran sebagai Individu. Oh bukaan, bukan saya ingin lari dari tanggung jawab sebagai Suami dan Ayah, tapi dalam hidup, jauh sebelum saya mengenal Istri saya, saya punya kehidupan saya sendiri berikut dengan teman-teman dan hobi yang biasa dilakukan.

Saya yakin bisa jadi DADDY nih Guys, maksudnya tuh:
Dominan di kehidupan
Aktivitas bersama
Dewasa merespon masalah
Dedikasi menjalankan banyak peran & tanggung jawab
Yakin bahwa Ayah "cinta pertamaku"

Masuk ke Bab 05, Penulis mengajak Para Ayah atau Calon Ayah untuk SMART menyusun misi, SMART mencari nafkah, dan SMART temukan "hadiah dari masa lalu (Innerchild).

Seorang Suami dan juga Ayah harus sesegera mungkin menyatukan misi bersama Pasangan, selain untuk merekatkan hubungan Suami Istri, juga supaya jelas tujuan rumah tangganya. Terutama untuk yang ada kaitannya dengan Anak.

Saat Ayah mempunyai kenangan masa lalu yang kurang baik, harus segera diselesaikan semuanya supaya tidak ada ganjalan yang dapat menggangu proses pengasuhan. Ini berlaku juga untuk Istri/Ibu.

Saya sangat setuju dengan ini, terutama karena kedua Anak kami laki-laki yang kelak Insya Allah akan menjadi Penerus Ayahnya, menjadi Suami dan seorang Ayah juga.

Di Bab 06 ada Challenge yang harus diisi, tujuannya sebagai bahan evaluasi dan juga sebagai ajang memperbaiki diri. Selain itu, juga untuk mengasah kompetensi agar mampu menuntas misi Sang Illahi, yaitu menjadi Ayah Tangguh dan Khalifah Alam semesta.


Buku berakhir di Bab 07 yang berisikan referensi sosok Ayah Bijak terutama yang ada dalam sejarah Islam. Seperti Luqman Al-Hakim yang terkenal dalam mendidik Anak-Anaknya untuk senantiasa bertanggung jawab atas segala perbuatannya.

Selain itu, ada juga kisah-kisah dari Keluarga Rasulullah SAW, dari Keluarga Nabi Ibrahim AS., Fudhail bin 'Iyadh dan 'Ali bin Fudhail, dan lainnya. Masya Allah, sebagai seorang Suami dan Ayah, saya sadar betul masih harus belajar banyak.


Alasan Mengapa Saya Merekomendasikan Buku Ayah Tangguh untuk Dibaca

Secara keseluruhan, saya menyadari masih banyak kekurangan dan kelemahannya, entah sebagai Seorang Suami ataupun sebagai seorang Ayah.

Dua peran diatas sangatlah besar tanggung jawabnya, tidak mudah. Namun, dari Buku ini saya kembali diingatkan bahwa saat kita berusaha melakukan yang terbaik demi keluarga, maka Allah SAW akan senantiasa berpihak terhadap kita, terutama saat kita berjuang untuk bersama-sama ke JannahNya.

Mungkin memang harus melewati berbagai rintangan dulu, mungkin memang harus "berdarah-darah" dulu, mungkin semua tidak akan berjalan mulus sesuai yang kita harapkan, namun yakin saat kita sudah melakukan ikhtiar yang maksimal, maka hasilnya tidak akan mengkhianati.

Buku ini dapat menjadi pegangan Para Ayah yang menguatkan, dikala Ayah mengalami kebimbangan, ketidakpercayaan akan dirinya sendiri, mendapatkan kegagalan, dan negative vibes lainnya.



Harapan saya untuk diri saya sendiri adalah, semoga dapat menjadi Suami yang lebih baik lagi, dapat menjadi Ayah yang lebih bijak lagi, dapat menjadi Individu yang lebih dewasa lagi. Saya semakin yakin siapapun dapat menjadi Ayah Tangguh, termasuk saya.

Para Ayah, berjuanglah, kita semua adalah Ayah Tangguh!


***

Spesifikasi Buku Ayah Tangguh

Editor : Diah Mahmudah, Mia Marianne
Ilustrator : Kinanti Keisha Mahrani F.
Desain Cover : Julian Hasanah, Rajendra
Tata letak : Omenemo
ISBN : 978-623-7306-31-3
Cetakan Pertama : Mei 2020
Jumlah Halaman : 152

Diterbitkan pertama kali
Oleh Zenawa Media Giditama
Jl. Cileungsi Jonggol No. 86, Cipeucang,
Cileungsi Bogor Jawa Barat (tentatif)



You Might Also Like

0 komentar

Selamat datang di Rumah Hani dan Randi, ada Alfath juga lho sekarang. Silahkan menikmati rumah kami, dan jangan lupa meninggalkan jejak yaa.. Terimakasih :))

Follow Me

Like us on Facebook

Subscribe