Bukan Tentang Layangan Putus

11/02/2019


Ada hashtag yang sedang ramai beberapa hari ini, tentang pernikahan, tentang rumah tangga, tentang Keluarga. Cukup mengganggu tidur semalam, bayangin banyak kemungkinan-kemungkinan yang.. ah gak terbayangkan sih sebenarnya. Na'udzubillah. Kok judulnya ada tentang "layangan putus"? ya emang itu hashtag yang sedang ramai, coba aja cari di Medsos (Twitter & FB terutama). Cuma ini bukan tentang itu sih ya, sedikit aja mau cerita, atau bisa dibilang curhat, semacam ngoceh gak jelas sih tentang pernikahan. Baca aja lah ya, wkwkwk. Sebagai seorang Istri dalam pernikahan yang sudah berjalan menuju tahun keeeee (bentar, lupa), nikah tahun 2013 berarti bentar lagi memasuki tahun ke-7 (februari 2020 nanti), saya merasakan banget kalau emang akan selalu ada "badai" dalam rumah tangga itu, pasti AKAN ADA AJA. Dan sepanjang pengalaman, teori yang mengatakan bahwa "5 tahun pertama adalah masa tersulit dalam pernikahan" adalah hoax Pemirsaaa. Karena memasuki 5 tahun berikutnya, si badai itu tetap aja ada yang datang walau cuma sebatas puting beliung lokal dan sesekali bisa jadi Tornado yang menghampiri. Cuma yaaa.. Harapannya adalah, apapun itu, sebanyak apapun tangis yang bercucuran, semoga jangan sampai berdarah-darah dan kemudian kalah. Kalaupun harus terjadi, semoga jangan sampai ada salah satu diantara kita dan Pasangan melakukan hal "curang". Badai itu bisa memporak porandakan atau bisa makin mempererat hubungan kita dangan Pasangan Komunikasi, transparansi, itu krusial dan akan fatal kalau sampai tidak terjadi dengan semestinya. Menjadi seorang Istri itu mudah, jika Pasangan memudahkan kita. Pun sebaliknya. Menjadi seorang Menantu itu mudah, jika Pasangan memudahkan kita. Pun sebaliknya. Pun sebaliknya. Karena sejatinya, menjadi Pasangan Suami Istri itu adalah saling memudahkan urusan masing-masing yang sekiranya sulit. Bukan menyalahkan dan menuntut BA BI BU saja. Gimana jika hati sudah berkata lain? Gimana jika rasa terhadap si "dia" tak bisa ditahan diatara kita dan Pasangan? Yaudah kalau gitu, jujurlah! Jangan diumpetin, jangan melakukan hal-hal yang seenak udel dan sembunyi ditengah dalil Agama. Jangan jadi Poligami tanpa Permisi! Bukankah itu dibolehkan? Iya. Mungkin. Entahlah. Kalau boleh jujur, saya gak mau tahu tentang itu sebenarnya. Tapi, katakanlah itu dibolehkan, lalu apa kabar dengan HATI yang dulu sangat mencintai Istri-Istri Kalian wahai Suami yang berpoligami tanpa Permisi? Apakah tidak ada empati atas hati yang kemudian hancur, tak tersisa, rata dengan tanah, limbung, bingung, tak tahu arah tujuan hidup seolah dunia berhenti, atas perlakukan yang katanya adalah "lumrah" itu? Setidaknya biarkan Istri pertama mengetahui bahwa Posisinya saat itu bukan lagi satu-satunya. Syukur-syukur hatinya Seluas Samudera, dan Sholeha sebagaimana keinginan kalian. Nrimo, tidak mempermasalahkan, ikhlas berbagi hanya Karena Sang Pencipta. Tapi kalaupun sang istri tidak dapat menerima, dan memilih untuk mundur teratur, menghadapi hancur sendirian untuk kemudian bangkit lagi, setidaknya dia tidak dibohongi bertubi-tubi. Setidaknya dia mengetahui semua dari mulut Suaminya sendiri yang telah berganti belahan hati. Tulisan ini adalah bentuk Kontra untuk Poligami? NOPE! Saya pribadi tidak menentang Poligami, TAPI juga bukan tipe Istri yang mau dipoligami. Mungkin saya bukanlah Istri yang seikhlas itu, se-nrimo itu, se-Sholeha itu. You name it, whatever! Saya sendiri termasuk yang ogah dibohongi, siapapun juga kayaknya gak sudi dibohongi sih ya, apalagi di zaman yang serba "prank prenk pronk" kayak sekarang, apa-apa dijadiin bahan Prank dodol itu. Daaaan yang jadi alasan utama lainnya sih, karena pernah jadi korban bohong tingkat akut banget waktu duluuuuu, zaman-zamannya jadi Bucin, LOL. Jadi kalau sekarang dibohongi lagi, tahu deh, mungkin lihat dulu alasan bohongnya apa, tapi sih better gak usah bohong-bohong deh ya. Mau itu kabar nyakitin, nyesekkin hati, yaudah omongin aja, ketimbang nanti ketahuan tapi udah telat, atau tahunya dari pihak lain kan malesin. JUJUR ADALAH KOENTJI. TITIK. Tapi kalau misaaaal, amit-amiiiit, misaaaal Randi tiba-tiba mau Poligami GIMANA????? HIHHHHHHH.... GAK INGET APA DULU GIMANA WAKTU NGEJAR-NGEJAR ISTRINYA INIIIIIII? TAK SUDI AKU DIMADU! BYE!

You Might Also Like

0 komentar

Selamat datang di Rumah Hani dan Randi, ada Alfath juga lho sekarang. Silahkan menikmati rumah kami, dan jangan lupa meninggalkan jejak yaa.. Terimakasih :))

Follow Me

Like us on Facebook

Subscribe