Alfath Gak Mau Foto (Endorsement) Lagi?

11/04/2019



Si Cikal ini sesungguhnya udah mulai "malas" berfoto untuk #endorsement dan seringkali bilang, "Kakak gak mau foto-foto dulu yaa, nanti kalau Kakak mau pasti Kakak bilang Mama. Soalnya Kakak gak bisa senyum kalau Kakaknya gak mau foto, jadi Kakak harus mau dulu baru Kakak bakal senyum", ahahaha.

Baiklah Kaaaak.

Ngakak tapi juga hati saya kok "nyess" gitu ya, sedih. Apakah selama ini saya sering memaksakan kehendaknya?

Gak nyadar kalau sekarang Alfath udah bisa bikin keputusan sendiri, untuk hal-hal seperti foto ini pasti Saya hargai sekali. Tapi itu artinya, sekarang jadi milih-milih kerjaan yang melibatkan Alfath memang, gak bisa asal ambil dan mikir, "bisa lah Alfath diarahin nanti", Noo.. Sekarang mah susaah.

Kadang Alfath bilang, "Adek aja deeeh yang foto, jangan Kakaaak, lagi BT Kakaknya, pengen main"

((lagi BT))

LOL

Jadi, intinya, sekarang kalau ada kerjaan yang harus foto melibatkan Alfath, Kami (Mama dan Alfath) harus "meeting" dulu. Rapat Pleno yang ngobrolin tentang sesi fotonya, Alfath minta kejelasan tentang "nanti Kakak harus pegang apa, harus senyum gak?, kalau Kakak lagi susah senyum gimana?, kalau Kakak fotonya bagus nanti Kakak dapat hadiah ngga, dibolehin nonton Frost Diamond di Youtube gak ?, dll."

Banyak banget tanya jawabnya sampai akhirnya kami sampai di satu kesepakatan. Walau kadang Alfath ini "Out Of The Box" banget isi kepalanya jadi sering juga debatnya alot dan lebih lama lagi, tapi kalau udah gitu saya ambil kesimpulan kalau Anaknya lagi gak mau, jadi yaudah mending langsung ambil keputusan sendiri aja untuk gak ambil kerjaannya. Daripada daripada kan yaaa.

Alfath jadi selektif tentang foto soalnya sekarang dia udah mulai ngerti juga dia ingin berpenampilan seperti apa, jadi kalau dulu pasrah-pasrah aja dengan hasil fotonya (yang penting bagus menurut Mamanya, haha), kalau sekarang Alfath harus tahu dulu hasil fotonya.

"Coba lihat mana hasilnya? Ini Kakaknya jeleek, jangan dikasih lihat ke Orang-orang ya Maah. Nah, ini Kakak suka foto Kakak yang ini, boleh dilihatin ke Orang-orang"

Yess, harus ditunjukkin dulu, dan kalau Anaknya gak suka dengan hasil fotonya, pasti protes dan Mamanya jadi mikir lagi, gimana cara yakinin ke Anaknya kalau dia cakep di foto itu, soalnya kalau harus foto ulang bisa makan waktu lagi, huhu.

Intinya memaaang, di usianya Alfath yang udah mau ke-enam tahun ini, udah mulai ngeri-ngeri sedap. Udah ngerti "eksploitasi" walau dengan Istilah berbeda dan versinya sendiri.

"Mama gak boleh maksa Kakak ya kalau Kakak gak mau", gitu katanya, haha.

Bagusnya adalah, hal itu jadi bikin saya lebih aware dan hati-hati lagi dalam mengambil pekerjaan. Karena memang saya juga gak mau sampai maksain Anak-anak untuk melakukan apa yang mereka gak suka, khususnya Alfath yang udah mulai lancar komunikasi dua arahnya.

Oh iya, selama ini "kerjaa" yang dimaksud antara Kami bukanlah kerjaan yang sebagaimana Orang Dewasa lakukan. Jadi memang lebih ke obrolan yang disesuaikan dengan Anak seusia Alfath, dan setiap kegiatan "kerja"nya juga yang penuh keseruan khas Anak-Anak. Sebisa mungkin Alfath nganggapnya lagi main biasa aja, cuma beberapa menit harus foto dulu, dan itu pun benar-benar disesuaikan dengan suasana hatinya Alfath saat itu.

Banyak endorsement yang menyengkan hatinya juga selama ini, Alfath excited sekali saat tahu akan dapat paket A,B, atau C. Apalagi kalau produknya yang memang dia suka, pasti semangatnya benar-benar datang dari hati ya, proses foto juga lebih santai, karena memang Anaknya se-happy itu.

Btw, karena kerjaan seperti endorsement inilah, saya sempat baca-baca mengenai batasan seperti apa yang masuk kategori eksploitasi Anak (boleh Googling ya untuk lebih detailnya). So far, Alhamdulillah kegiatan selama ini tidak mengarah kesana, dan jangan sampaaaai saya menjadi Ibu yang mengekspoitasi Anak-Anak saya sendiri, apalagi karena demi uang sebutuh apapun kami dengan uang tersebut.

Analoginya adalah, saya sendiri pun saat ini sangat menghindari pekerjaan yang tidak saya senangi, yang saya "tersiksa" mengerjakannya. Apalagi ini Anak-Anak yang belum mengerti tentang Profesionalitas.

Pernah dapat pertanyaan, "kalau Anak-anak dilibatkan untuk pekerjaan, apakah uang (fee)nya dimasukkan ke tabungan mereka atau digimanakan?".

Nanti Insya Allah saya sharing tentang itu ya.

See you around, love from The Sudarmajis.

And eniwei, I Love You Alfatho-nya Mamaaaa.. Yang ciumannya lengket banget di Pipi Mama sampai bikin meleleh hati ini.


#CeritaAlfath

You Might Also Like

0 komentar

Selamat datang di Rumah Hani dan Randi, ada Alfath juga lho sekarang. Silahkan menikmati rumah kami, dan jangan lupa meninggalkan jejak yaa.. Terimakasih :))

Follow Me

Like us on Facebook

Subscribe