Pernikahan Hani & Randi, dari Lamaran (Kayak) Gak Serius Hingga Akad

9/11/2019




H & R

2 Maret 2013, logo H&R terbentang cukup lebar di salah satu sudut tembok sebuah Gedung di Garut Kota. H&R sendiri merupakan Inisial dari Hani & Randi, kalau dipikir sekarang, "ngapain ya kami bikin spanduk macam itu?", haha.

Tapi anggaplah itu Banner darurat yang dibikin mendadak untuk media kenang-kenangan dimana para Tamu yang hadir di pernikahan kami menorehkan tanda tangan atau sepatah dua patah kata yang memorable. Kalau gak salah, gak sampai lima puluh ribu rupiah harga pembuatan Banner tersebut.

Yess.. kali ini saya akan mengajak kalian semua Throwback ke beberapa tahun lalu, mengenang kembali hari Pernikahan saya yang penuh cerita.


Walaupun ada yang salah nulis nama Saya menjadi "Hanum" biarkan sajaaa, haha

Randi melamar saya. Ini seriusan????

Disponsoori oleh minuman soda, ahaha.

Sesaat, itu yang ada di benak saya waktu Randi minta saya jadi Istrinya. Alih-alih ngajakin saya "jadian"dan jadi Pacarnya, Randi langsung to the point minta saya jadi Istrinya. Sebelum Randi meminta saya jadi Istrinya, sempat ada yang melamar saya juga, bahkan saya sempat tunangan saat itu, tapi ternyata jodoh tidak berpihak dan mengharuskan kami "bubar jalan".

Tapi Randi? Cowok yang pertama kali saya lihat saat saya menunggu di Banking Hall salah satu Bank Syari'ah di Kawasan Fatmawati Jakarta Selatan yang saat itu sedang sibung menghitung uang dengan khas Orang Bank menghitung uang dengan tiga jarinya (yang sempat membuat saya takjub), gak pernah terlintas sedikitpun di benak saya akan menikah dengan dia.

Gak pernah nyangka juga kalau pada akhirnya hati saya akan berlabuh ke cowok tersebut, karenanya otak saya sempat loading agak lama dan ngeBlank waktu Randi ngajakin nikah.

"Eh ini orang seriusan ya, beneran dia ingin kami menikah? 
seumur hidup bakal lihat wajah orang ini dong?
nanti dia bakal larang-larang gak ya kalau Istrinya mau tetap Produktif di luar rumah?
ni orang bakal merokok gak ya?
nanti bakal galak gak ya kalau udah jadi Suami?"

Banyaak pertanyaan di kepala yang sejujurnya masih membuat saya Parno akan Pernikahan, tapi dengan Kekuatan Bulan Istikharah dan Restu Orang Tua, akhirnya perjalanan kami menuju Pernikahan pun mendapatkan ujungnya, yaitu meja Akad Nikah.

Prosesnya mudah? tentu tidaaaaak. Terutama karena jarak, saya bekerja di Jakarta dan Pernikahan akan berlangsung di Kota Kelahiran saya, Garut.



Beberapa hari sebelum hari H, Saya masih sibuk bekerja di Kantor yang sama dengan Randi. Karena peraturan Perusahaan melarang Pernikahan Sesama Karyawan, akhirnya saya yang memilih untuk Resign. Terlebih karena saat itu, saya merasa tempat saya bukan di Perbankan, saya kangen dunia Media dan Broadcasting, saya kangen waktu leluasa untuk menulis tanpa harus ketakutan ketahuan, akhirnya saya harus menyelesaikan tugas sesegera mungkin dan menyerahkan jabatan berikut tugas-tugas ke Karyawan Baru yang akan menggantikan saya.

Di saat yang sama, saya dan Randi harus mengurus pernikahan kami, tanpa Wedding Organizer (WO). Sementara kami di Jakarta, tempat pernikahan kami jauh di Kota Garut tercinta, Kota kelahiran dan Kampung Halaman saya.

Satu demi satu diselesaikan dengan kondisi kepala hampir "meledak", tenaga keteteran karena harus bolak balik Jakarta - Garut, Koordinasi dengan Panitia Pernikahan yang terdiri dari Sahabat saya di Radio tempat dulu saya bekerja, dan Sahabat di Kampus yang dengan suka rela dan senang hati (Semoga begitu yaaa, haha) mau direpotkan membantu berjalannya Resepsi Pernikahan Kami.

Segitu pentingnya ya Resepsi pernikahan bagi kami? 
Apa gak sayang uangnya?
Apa gak mending dipakai untuk kebutuhan setelah Pernikahan aja uangnya?

Jawabannya adalah, Iya.. sangat penting bagi Saya dan Keluarga Saya terutama. Karena saya merupakan Anak Pertama dan Anak Perempuan satu-satunya. Mama saya sangat ingin mempunyai kenang-kenangan sekali seumur hidup (Amiiin) mendampingi Anaknya ini berdiri di Pelaminan. Mama ingin punya foto-foto di Momen Spesial itu supaya sewaktu-waktu bisa dibuka sekedar jadi Penawar Rindu karena tahu Putrinya ini akan lebih sibuk dengan kehidupan barunya di Jakarta, jauh dari Garut tempat Mama dan Bapak berada.

Lengser sebagai salah satu Kesenian Adat Sunda


Selain alasan-alasan di atas, penting sekali bagi Saya memastikan Orangtua dan Keluarga saya di Garut tidak kerepotan dan capek membereskan sisa-sisa Pernikahan, karenanya biarlah Resepsi diadakan di Gedung saja, jadi selesai acara, kami sekeluarga bisa pulang ke Rumah yang bersih dan tinggal menikmati sisa-sisa keribetan pasca acara saja, selanjutnya bisa cepat tidur deh karena badan pasti lelah banget setelah seharian berdiri di Pelaminan.

Memang tidak murah, tapi bukankah uang masih bisa dicari sementara waktu dan momen tidak akan pernah bisa diulang?

Serba - Serbi Persiapan Akad & Resepsi Pernikahan Hani & Randi

Pencarian dan pemilihan Gedung resepsi saat itu tidak sulit, karena saya cukup mempunyai pengalaman terlibat di beberapa Event Radio yang diadakan di salah satu Gedung langganan. Untuk harga dan tanggal pun deal dalam waktu yang cukup singkat, Alhamdulillah rezeki kami.


Gedung Pernikahan Kami di Garut
Pun dalam pencarian Catering, tidak terlalu sulit karena saya sudah mengantongi beberapa Catering terbaik di Garut, dan memutuskan memilih salah satunya. Pilihan yang tidak salah, karena sangat Profesional dari awal hingga akhir, semua menu diatur sedemikian rupa hingga porsinya tidak kekurangan, bahkan lebihnya banyak banget dan bisa dibagi-bagi ke orang-orang di sekitar Gedung.

Undangan, Souvenir, dan Sesi foto Pre-wedding, semua disiapkan di Jakarta, nyicil satu demi satu dari enam bulan sebelumnya, semua dibayar patungan dari Gaji kami berdua.

Mahar sederhana penuh makna
Warna merah dan hitam adalah dua warna yang kami pilih untuk mendominasi di resepsi. Alasannya sesimple Randi yang suka warna merah dan saya yang suka warna hitam. Untuk detail dekorasi pun kami hanya terlibat sedikit saja, selebihnya kami benar-benar serahkan ke Penata Rias dan Dekorasi Gedung. Selain karena gak mau lebih pusing lagi, kami pun gak punya cukup waktu.

Oh iya, satu hal yang saya garis bawahi saat itu, saya bilang ke bagian yang bertanggung jawab untuk hiburan, bahwa saya gak mau ada dangdutan di Resepsi pernikahan saya. Bukan karena saya benci dangdut lho ya, lebih ke suasananya aja yang saya pengan dapatkan supaya lebih terasa tradisi Sundanya. 

Jadi, hiburan yang ingin saya dapatkan di Resepsi untuk menghibur Para Tamu saya saat itu adalah : 
  • Prosesi Pernikahan Adat Sunda
  • Lengser
  • Gamelan
  • Tarian khas Sunda
  • Lagu-Lagu Sunda Kecapian




Oh iyaaa.. Ada sedikit sentuhan Betawi di awal penyambutan Tamu Pihak Pengantin Laki-Laki, yaitu petasan renteng khas Betawi. Saat itu di Garut, untuk mendapatkan petasan seperti itu perlu effort juga ternyata, syukurlah saat itu dibantu salah seorang Saudara saya. Selain itu, pihak Keluarga Randi juga gak lupa membawa Roti Buaya khas Betawi.

Hiburan khas Sunda diatas diakhiri dengan iringan lagu-lagu Pop bernuasa Romantis juga kalau tidak salah ingat, karena terlalu fokus bersalaman dengan tamu di pelaminan, kuping saya sampai gak jelas mendengar lagu dan musik apa yang sedang berlangsung.

Mengapa harus ada petasan? Gak apa-apa sih, hanya ingin memberikan kesempatan kepada pihak Suami supaya Identitas Betawinya dilibatkan walau hanya sedikit. Petasan tersebut kemudian sukses membuat Para Petinggi dan Ustadz yang turut menjadi Tamu Utama terkaget-kaget dan panik hingga teriak, "ada apa di luar, ada apa di luar?".

"Huhu, hapunten Pak Ustadz, tidak bermaksud membuat kaget".





Ada beberapa momen atau kejadian tak terlupakan lainnya seperti, saat Pak Ustadz yang bertugas memberikan do'a untuk Kedua Mempelai salah menyebutkan Nama Mempelai Laki-Laki. Alih-Alih menyebut nama Randi, Beliau menyebut nama Reza yang notabene adalah mantan sayaaa sodara-sodaraaa.

Awkward moment yang kali itu membuat jantung saya empot-empotan, ngeri Randi bakal ngamuk. Tapi ngga kok, untuk seorang Randi sepertinya "pantang" cemburu gak jelas kayak gitu ya walaupun mungkin dalam hati dia keki, ahahaha. Oops..

Saya juga ingat kalau selama resepsi saya kehilangan nafsu makan saya. Semua makanan dan minuman yang khusus dihidangkan untuk Saya dan Randi seketika menjadi menu yang tidak mengundang selera padahal semua menu tersebut saya sendiri yang pilih karena sudah test food dan memilih sekian menu paling enak di lidah saya dari sekian banyak menu enak lainnya.




Pikiran saya melanglangbuana kemana-mana, seperti merasakan mimpi yang padahal adalah kenyataan. Saat itu saya sedang berada di Pernikahan saya sendiri. Dan laki-laki yang bersanding di sebelah saya, adalah Suami saya, Randi. Rasa seperti mimpi yang ternyata penyebabnya tidak lain dan tidak bukan adalah KELELAHAN.

Semua rasa lelah itu sangat jelas terlihat di foto-foto pernikahan kami, matanya Randi yang ada "mata Panda" super tebel, wajah saya yang terlihat kaku dan seperti tidak ikhlas saat tersenyum. Huaaa.. kok jadi Horror ya itu Wedding Photobook-nya, hiks.

Sejak sebulan sebelum Akad dan Resepsi, kami memang kurang tidur banget, kurang istirahat sampai-sampai sering lupa makan. Setiap ketemu, telponan, BBM-an, yang dibahas adalah tentang persiapan pernikahan hingga rasanya kami keteteran waktu, kejar-kejaran dengan kerjaan Kantor yang tak ada habisnya juga.

Walau bagaimana, menyiapkan Pernikahan tanpa WO adalah keputusan kami berdua saat itu, saat kami belum merasakan sendiri Plus Minusnya. Nah, jadi pengen sharing ke kalian semua deh tentang plus minus ini, boleh yaaa, ini sih versi kami berdua ya.

Plus Minus Menyiapkan Pernikahan Tanpa Wedding Organizer

PLUS
  • Puas dengan effort yang kami lakukan sendiri, dari mulai bikin konsep hingga rundown Acara. Semuanya hasil kerja keras kami berdua dan berkat support dari Keluarga, jadi apapun hasilnya kami pasti syukuri (yang ternyata sejujurnya tetap menyisakan beberapa hal yang "mengganjal" di hati sih).
  • Mengetahui secara detail setiap komponen dari Pernikahan kami, seperti dekorasi Pelaminan, Catering, Hiburan, dll.
  • Seru karena jadi sering "berpetualang" kemana-mana demi Survey dari A hingga Z.
  • Biaya Resepsi dapat "ditekan" sekian rupiah yang lumayan bisa digunakan untuk jajan-jajan keperluan setelah Resepsi. 
MINUS
  • Keteteran banyak hal dari mulai waktu, tenaga, pikiran, dan lain-lain hingga rawan stress.
  • Tidak terlalu menikmati rangkaian Acara Resepsi dari awal hingga akhir karena rasa lelah, pegal, dan ngantuk parah. Jadinya dikit-dikit pasti nguap, zzzzzz.
  • Kurangnya referensi, walaupun kami sudah melakukan segala upaya yang kami mampu, namun tetap saja kami mengalami keterbatasan informasi mengenai Persiapan Pernikahan.
Jujuuuur, saya bersyukur dengan acara pernikahan kami yang berjalan dengan lancar tanpa kendala berarti. Lancar yang walaupun tidak 100% tapi tetap kami anggap sebagai Achievement kami saat itu karena akhirnya semua bisa selesai juga setelah drama satu dan yang lainnya.

Tapiiiiii, saya sempat becanda ke Randi sih, kalau misaaal kami suatu saat ada Rezeki lebih, saya ingin mengadakan lagi Tasyakuran pernikahan kami untuk menambal apa yang dulu sempat "bolong" dan gak sesuai harapan. But well, Randi menanggapinya dengan mimik wajah yang sepertinya bilang, "kalau ada rezeki lebih sih mending dipakai buat A, B, C, D ketimbang bikin Resepsi ulang", hahaha.

Teman-teman Muamalat dari Jakarta yang menyempatkan hadir
So Guys, Adik-Adik tercintaku yang kalau kalian saat ini sedang merencanakan Pernikahan berikut dengan Resepsinya. Percayalah, Esensi menikah itu memang bukan terletak pada segimana hebohnya resepsi tersebut, namun pernikahan adalah apa yang kita jalani setelah hari resepsi itu sendiri. Bagaimana kita bisa menjadi satu dalam perbedaan dengan Pasangan yang wajahnya mungkin akan kita lihat seumur hidup kita.

Pernikahan itu adalah tentang "how to deal with another family" yang akhirnya menjadi Keluarga kita juga. Tentang prinsip, komitmen, kepekaan perasaan, kejelian dalam bertutur kata, tidak gengsi saling meminta ma'af, menjadikan masalah besar menjadi kecil dan menjadikan masalah kecil menjadi hilang, atau gimana caranya bisa jalani setiap masalah bersama-sama secara santaai dan dengan pikiran jernih dan hati yang adem seperti eskrim.

TAPIIII.. Resepsi itu gak pernah salah.

Resepsi adalah salah satu momen sakral juga kok menurut saya, selain saat Akad tentu saja.

Resepsi adalah momen dimana kita bisa memutarkan mata ke sekitar ruangan / Gedung, melihat Sahabat, Keluarga dan terutama Orang Tua kita yang selama ini menunggu momen itu datang, lalu kita akan merasa lega dan bahagia tak terkira.

Resepsi juga adalah salah satu momen dimana kita bisa melakukan obrolan Absurd dengan Pasangan seperti saling bertanya seolah gak percaya, "eh beneran nih kita sekarang udah Suami Istri?", LOL.

Resepsi adalah momen dimana semua orang yang kita sayang dan peduli, berkumpul dan menikmati suasana bahagia sama-sama. Dan banyak alasan lainnya mengapa saya sangat bahagia dengan Resepsi Pernikahan saya sendiri.

Kalau budgetnya memungkinkan, mengapa tidak kita mengadakan resepsi ya kaaan. Pokoknya semua harus sudah hasil berunding dan komitmen kita bersama calon pasangan kita. Tapi kalau tidak pun, gak masalah, syukuran masih tetap bisa dilaksanakan secara lebih sederhana dan tetap khidmat.

Trus gimana kalau malas ribet, malas capek, malas urus banyak hal karena udah sibuk dengan kerjaan lain tapi kalian tetap ingin Pernikahan Impian kalian terwujud? 

Tenaaaaang, saat ini sudah semakin marak Wedding Organizer (WO) yang siap membantu kalian kok. Apalagi saat ini mulai banyak diadakan Pameran Pernikahan yang bisa menjadi "Surga" kalian mencari referensi seputar Pernikahan. Semua yang kalian butuhkan pasti ada disana.

Dapatkan Referensi Seputar Pernikahan di Bekasi Wedding Exhibition

Keribetan saat mempersiapkan Pesta Pernikahan bisa diminimalisir dengan kita mempercayakan rangkaian Acara disiapkan oleh Ahlinya seperti WO. Kepada Pihak WO kita bisa sharing mengenai budget yang kita persiapkan untuk acara tersebut, Konsepnya ingin seperti apa, bahkan jika ada request-request khusus dari kita, bisa kita utarakan kepada mereka karena siapa tahu bisa diwujudkan kan ya.

Dalam pencarian WO ini tidak boleh asal milih memang, cari yang benar-benar Profesional, yang terlihat dari jam terbangnya mereka dan  portfolionya juga. Ingat, ini adalah salah satu momen terpenting dalam hidup kita, jadi jangan sampai salah memilih WO.

Saran saya, sering-seringlah datang bersama calon pasangan ke Pameran Pernikahan, karena disana kalian bisa mendapatkan contact WO, Catering, dan lainnya yang sesuai dengan kriteria kalian banget. Kota-Kota besar sepertinya sudah mulai rutin dan marak ya mengadakan Pameran Pernikahan seperti itu, salah satunya adalah Kota Bekasi.

Tahun ini merupakan tahun ke-7 diadakannya Bekasi Wedding Exhibition yang bertempat di Grand Galaxy Convention Hall (tepatnya di Grand Galaxy Park Mall Lt. 2), tanggal 13 - 15 September 2019 ini. FYI kalau Grand Galaxy Convention Hall ini, selain tempat yang biasa dipakai untuk Event rutin seperti Bekasi Wedding Exhibition, juga merupakan Gedung untuk Pernikahan terbesar di Bekasi lho. Para Calon Pengantin bisa mendapatkan Paket All in One disana. Bisa banget jadi salah satu pilihan kalian yang saat ini sedang mencari Gedung Pernikahan di Bekasi.

Bekasi Wedding Exhibition ini bekerjasama dengan lebih dari 60 Vendor Profesional se-Jabodetabek yang akan memberikan penawaran terbaiknya kepada Calon Pengantin sesuai kebutuhannya. Pokoknya gak usah khawatir memikirkan konsep pernikahan mau seperti apa, karena disana kalian akan dibantu dengan Koleksi-koleksi terbarunya dan juga Ide bertebaran yang dapat mewujudkan Pernikahan Impian kalian.

Figur-fiigur Inspiratif pun berhasil digaet lho, seperti Elma Theana yang saya baru tahu bahwa dia adalah Pelaku WO Syari'ah. Ada Intan Avantie juga selaku Designer. Tak ketinggalan Beauty Vlogger cantik dan Influencer seperti Tasta Farasya dan Dwihanda yang seorang Keynote Speaker.

Tahun ini, Bekasi Wedding Exhibition akan mengangkat Tema "Industrial Wedding" yang pastinya akan penuh kreativitas dalam menghadirkan konsep dan tema pernikahan unik yang tak terlupakan.




Yasshh... Yuk dicatat ya, 3 hari event kamu dan pasangan berkesempatan mendapatkan salah satu dari 8 list voucher diskon dari vendor ini. Datang lebih awal kesempatan dapat voucher lebih besar. Ada kuota-nya ya per hari. Dont miss it! (1) Dea Rasa Catering voucher galvanic senilai Rp 400.000 (2) Stellian Brides voucher Rp 250.000 untuk semua paket (bridal/pra wedding) (3) Niji Catering voucher potongan Rp 1.000.000 (4) Victoria Jewellery voucher potongan Rp 3.000.000 (5) Undangan Manten voucher potongan Rp 100.000 & Rp 200.000 (6) Magna Wedding planner voucher Pra Wedding senilai Rp 3.500.000 (7) Gallery Studio Voucher Pra wedding senilai Rp. 6.000.000 (8) JEE Ballroom Group Voucher Potongan Rp 1.000.000 . Beli Tiket BWE7 : Go Tix : http://bit.ly/GotixBWE7 Goers : http://bit.ly/goersBWE7 Loket : http://bit.ly/loketBWE7 Tokopedia : http://bit.ly/tokopediaBWE7 . #menikahmudah #bwe7 #bekasiweddingexhibition #belitiketdapatemas
A post shared by Bekasi Wedding Exhibition (@bekasiweddingexhibition) on


Kalau kita mengintip akun Instagramnya @bekasiweddingexhibition kita akan mendapatkan banyak informasi mengenai Event tersebut yang salah satunya seperti diatas, dan biasanya ada tiket gratis yang dibagi-bagikan juga lho, jadi cepetan di-follow dulu akunnya.

Seandainya waktu dapat diputar kembali, sepertinya tanpa berpikir panjang lebar, saya akan langsung menyerahkan semua urusan Pesta Pernikahan kepada WO yang saya percayai. Pastinya performa kami di hari H akan jauuuh lebih baik dari waktu itu, haha. Tapi yang lalu biarlah berlalu ya, semoga kisah kami diatas dapat menjadi pelajaran dan sedikit pencerahan bagi kalian yang saat ini memang sedang mempersiapkan pernikahan.

Dengan bantuan Ahlinya, calon pasangan pengantin bisa lebih fokus mengurusi hal-hal lainnya juga tanpa khawatir akan keteteran dari segi waktu dan tenaga, terutama pikiran. Seperti bisa melakukan perawatan khusus untuk Calon Pengantin, melakukan obrolan lebih Intens bersama Keluarga, dan yang pasti bisa mendapatkan jam Istirahat lebih cukup sehingga nanti di Hari H aura kebahagiaannya akan terpancar karena kedua mempelai pun segar bugar dan penuh rasa cinta.

Wah, jadi beneran pengen ngulang Resepsi Pernikahan deh, tapi sayangnya tampak gak akan di-Approve oleh Randi, haha. Nah mumpung kalian masih punya kesempatan dan waktu, ayoooo wujudkan Resepsi Pernikahan Kalian, jadikan sebagai momen sekali seumur hidup yang tak terlupakan.

Salam Cinta dari Hani dan Randi yang saat ini sudah dikaruniai titipan olehNya berupa dua Jagoan ganteng yaitu Kakak Alfath dan Adek Bil.

You Might Also Like

0 komentar

Selamat datang di Rumah Hani dan Randi, ada Alfath juga lho sekarang. Silahkan menikmati rumah kami, dan jangan lupa meninggalkan jejak yaa.. Terimakasih :))

Follow Me

Like us on Facebook

Subscribe