Sunat Bil (Bayi 5 Bulan) Minim Trauma dengan Metode Smart Klamp (Klem) di Rumah Sunatan

3/19/2019


Hi Happy Parents,
Kalau kalian baca tulisan sebelum ini, kalian pasti tahu Alfath (5 yo) tanggal 9 Maret 2019 kemarin. Momen mendebarkan sekaligus penuh haru.

Dua Minggu berselang, giliran Adek Bil (5 Mo) yang disanat, banyak yang kaget ternyata dengan keputusan kami (yang dirasa lumrah bagi kami) tapi tidak untuk sebagian orang.

Alhamdulillah semua lancar, dan penuh do'a sekaligus pertanyaan, "Alfath dan Bil nangis gak waktu sunat, pakai metode apa sunatnya?"

Oke, jadi ternyata kalau di Jabodetabek, sunat di usia Alfath dan Bil itu termasuk jarang karena dianggap masih terlalu kecil, walau memang tidak semua beranggapan seperti itu. Untuk saya pribadi, yang lahir dan tumbuh di Garut, sunat di usia 5 tahun itu sepertinya sudah biasa, dan bahkaaan banyak yang Anaknya disunat saat masih Balita dan Bayi.

Tapi semua memang dikembalikan ke keyakinan dan kesiapan masing-masing Anak, atau Orangtuanya. Karena kapanpun waktunya, saya rasa adalah sama baiknya kok, niatnya pun pasti sama-sama baik.


Kembali ke pertanyaan tentang Metode Sunatnya Alfath, saya mau sharing disini ya sekaligus menjadi jawaban untuk teman-teman yang kemarin bertanya (mungkin jawaban saya belum detail karena kemarin itu buat pegang HP saja cukup sulit).

Sebelum menentukan metode sunat, saya sempat googling dulu, cari tahu dan referensi dari pengalaman orang lain. Setidaknya, ada beberapa metode sunat yang saya ketahui, dari mulai yang tradisional, laser, smart klamp (klem/klam), dan lainnya. Untuk metode tradisional, saya pernah dengar dari Keluarga dan Teman bahwa katanya sebelum sunat, Anak yang akan disunat itu terlebih dulu akan dihipnotis supaya lupa dengan rasa takutnya. Tapi jujur, saya belum mengerti hipnotis seperti apakah itu, atau mungkinkah itu salah satu metode kedokteran/psikologi yang berfungsiu untuk menenangkan psikis Anak yang sedang merasa gelisah dan takut akan rasa sakit disunat? entahlah.



Happy Parents yang pernah mempunyai pengalaman atau cerita tentang (hipnotis sebelum sunat) itu bisa sharing di kolom komen ya untuk saya tambahkan di tulisan ini nantinya. Karena pasti akan bermanfaat sekali untuk Happy Parents lainnya yang sedang memilih metode sunat untuk Anaknya.

Apa Kelebihan Sunat dengan Metode Smart Klamp


Metode Klamp ada berbagai jenis juga lho ternyata, ada yang namanya Tara Klamp, Smart Klamp, Ismail Klamp, Sunathrone Klamp, dan sebagainya. Happy Parents boleh Googling ya untuk cari tahu detailnya.


Untuk Alfath dan Bil sendiri, kemarin itu memakai metode Smart Klamp untuk sunatnya.

Kelebihan Sunat Metode Smart Klamp

Proses cepat dan minim trauma karena tidak ada bius dengan alat suntik.
Minim darah.
Tidak menggunakan perban.
Setelah sunat langsung dibolehkan beraktivitas di hari yang sama, tapi jangan yang berat-berat dulu ya.
Setelah sunat, langsung boleh mandi. Tidak seperti metode sunat yang konvensional biasanya tidak diperbolehkan mandi untuk beberapa hari

Kelemahan Sunat Metode Smart Klamp

Harus teliti dan tekun dalam proses membersihkan, hingga saat pengeringan luka dengan betadine. Karena menurut dokter sunatnya, kalau sampai kurang teliti, kulup yang sudah dilepas ada kemungkinan numbuh lagi, sehingga nantinya tidak menutup kemungkinan harus melakukan sunat ulang. Wah, jangan sampai ya, kasian banget Anaknya masa harus sunat berkali-kali.



Cara Membersihkan Luka bekas Sunat dengan Metode Smart Klamp

Siapkan dua alat untuk semprot yang bentuknya seperti alat suntik. Keduanya digunakan saat Anak yang disunat abis pipis, pup, atau mandi.
Keringkan alat Klamp dengan tisu dan cutton bud.
Alat Suntik yang pertama untuk menyemprotkan cairan NaCl, sedangkan alat suntik satu lagi untuk menyemprotkan air biasa.
Teteskan Antibiotik tepat ke arah bekas sunat. Jadi klamp-nya harus agak diangkat supaya Antibiotik kena secara menyeluruh.

Cara Membersihkan Luka bekas Sunat setelah Klamp dilepas

Tetap disemprot cairan NaCl dan air bersih setelah pipis, pup, dan mandi.
Teteskan betadine sesering mungkin ke bekas luka sunat, terutama ke bagian sisa kulit kulup yang sudah dibuang, supaya cepat kering dan nantinya akan lepas sendiri si kulit mati itu.

Dokter Sunat menyarankan Betadine itu diteteskan ke kain kasa dulu, awal-awal saya melakukan itu juga, tapi gemes karena betadine-nya malah terserap banyak sama kain kasanya, sayang banget jadi kebuang. Akhirnya ditetes langsung aja. Jadi bisa disesuaikan ya kondisinya, kadang ada Anak yang takut kalau ditetesin betadine secara langsung.

Semua langkah diatas berlaku untuk Alfath (5 tahun)  dan Adiknya Bil (5 bulan).



Harga Sunat di Rumah Sunatan per-Maret 2019

Untuk Alfath, kami mengambil Paket Lengkap yang harganya sekitar 2,1 Juta Rupiah. Harga tersebut sudah mencakup biaya dokter, biaya obat satu tas kecil (isinya sabun khusus untuk mandi, antibiotik, cairan NaCl, 2 buah Alat Suntik, 2 celana sunat, 1 celana mandi yang anti air, sertifikat, souvenir, paket foto dokumentasi yang dikasih bingkai).

Untuk Bil, kami gak ambil paket lengkap karena masih mempunyai beberapa sisa obat bekas Kakaknya

Recovery keduanya Alhamdulillah lancar walau awalnya Saya dan Suami agak ngeri-ngeri sedap tapi semakin hari semakin terbiasa.


Jadi, kalau ada yang mau sunat Anak-Anaknya di usia yang relatif masih kecil banget, selama sudah dipastikan Anaknya sehat dan tidak ada sesuatu apapun yang harus dikhawatirkan (sesuai instruksi DSA), gak usah takut.

Yang terpenting lainnya, psikis kita sebagai Orangtua harus dijaga sebaik mungkin, karena kalau kitanya terlalu ketakutan, tentu akan kesulitan menguatkan dan menenangkan Anak-Anak kita.

Bismillaaah, semangat ya Pejuang Sunat, Insya Allah dimudahkan dilancarkan. Amiiin Ya Rabb.












You Might Also Like

0 komentar

Selamat datang di Rumah Hani dan Randi, ada Alfath juga lho sekarang. Silahkan menikmati rumah kami, dan jangan lupa meninggalkan jejak yaa.. Terimakasih :))

Follow Me

Like us on Facebook

Subscribe