2nd Pregnancy Journey : Trimester Kedua

8/03/2018


Hai Haaai,

Akhirnya lanjut posting tentang #2ndPregnancy lagi setelah sekian purnama. Alhamdulillah sekarang sudah menikmati fase Kehamilan di Trimester tiga. Nah saya cerita sedikit perjalanan waktu Trimester dua kemarin ya.

Baca Juga : Yess I'm Pregnant (Again)

Kalau dibilang banyak tantangannya, mungkin iya, ada beberapa yang baru saya alami di kehamilan kedua ini yang dulu saat hamil pertama gak ada, cukup bikin bingung karena kurangnya pengalaman. Dan kesemuanya saya anggap adalah suatu kenikmatan tersendiri yang Allah Swt. kasih untuk saya selama menjalani kehamilan.

Kalau teman-teman baca postingan-postingan saya sebelumnya, pasti tahu ya saya sempat mengalami perdarahan Subkorionik dan fase "mabok" yang lumayan hingga harus nginap di RS, dan Alhamdulillah semua terlewati dengan baik. Nah berikut inilah yang saya alami di Trimester Kedua.

Baca Juga : 2nd Pregnancy - Perdarahan Subkorionik

Gatal di Telapak Tangan dan Kaki
Di Trimester kedua, saya sempat mengalami gatal-gatal di area telapak tangan dan kaki yang luar biasa gatalnya hingga membuat saya sulit untuk istirahat. Pernah sekitar tiga malam saya gak tidur karena rasanya ingin garuk-garuk terus sementara saya harus menahan diri supaya tidak membuat kulitnya semakin rusak. Gatalnya memberikan rasa panas yang mengurangi kenyamanan, jadi cukup sulit untuk saya bisa tidur nyenyak tanpa kebangun-bangun. Itu juga membuat emosi saya jadi turun naik (mood swing).

Hasil browsing, menunjukkan ke beberapa indikasi, tapi yang saya yakini itu adalah efek dari hormon kehamilan. Hanya saja karena itu yang pertama kalinya saya alami saat hamil, saya cukup kebingungan harus ngapain untuk ngobatinnya, atau setidaknya untuk mengurangi rasa gatalnya.

Baca juga : 2nd Pregnancy - Trimester Pertama

Karena jadwal Obgyn masih lama, saya dan Suami memutuskan ke dokter kulit dulu. Disana diberikan salep untuk mengurangi gatalnya, salep yang aman untuk Bumil tentunya ya. Tapi sayangnya, salep tersebut tidak terlalu berpengaruh banyak, rasa gatalnya masih sangat "menyiksa".

Setelah konsultasi ke Obgyn, memang katanya itu pengaruh dari hormon kehamilan dan akan hilang setelah melahirkan. Saya diberikan obat baru khusus untuk gatal itu, obat yang saya bekal saat mudik lebaran kemarin.

Entah karena cuaca dan suhu udara di Garut yang cenderung adem daripada Jabodetabek atau juga efek dari salep dan pelembab yang diberikan Obgyn, gatal yang saya rasakan berangsur berkurang, bekas "bentol-bentol"nya juga berangsur menghilang. Alhamdulillaaaah gak harus nunggu hingga melahirkan gatalnya sudah hilang, yeayy.

Ohya, gatal yang saya rasakan menyebabkan beberapa hal juga, seperti :
  • Kulit telapak tangan dan kaki jadi mengeras
  • Awalnya akan keluar seperti bentol bekas digigit nyamuk namun lama kelamaan akan melepuh kulitnya
  • Di fase klimaks, selain gatal yang menyebabkan saya sulit istirahat (dan bahkan sempat bikin nangis tengah malam), tampilan kulit telapak tangan kaki juga bikin males untuk dilihat karena sama sekali hilang mulusnya, haha
Perawatan dari Obgyn :
  • Salep (yang aman untuk Bumil) untuk mengurangi gatal
  • Pelembab untuk mengurangi kasar dan keringnya kulit telapak tangan dan kaki
Lamanya gatal yang saya rasakan sekitar hampir dua bulan (gak sampai dua bulan banget) dan saat ini Alhamdulillah kulit yang sebelumnya kasar dan keras kembali halus dan lembut, tanpa bekas apapun.


Wasirnya Kambuh
Menjelang akhir TM-2, tiba-tiba wasir saya kambuh. Wasir ini bisa dibilang "oleh-oleh" dari proses melahirkan sebelumnya. Saya ingat waktu ngeden pertama lahiran Alfath, dokternya bilang "wah ini salah nih yang keluar bukan babynya", huhu ternyata wasirnya. Dan ngeden kedua Alfath pun lahir dengan sehat selamat.

Kesalahan saya adalah karena saya males-malesan menangani wasir tersebut. Saat kontrol pertama seminggu pasca melahirkan, Obgyn menyarankan supaya saya rutin mengobati wasirnya, saya diberi obat yang harus dioles dan dimasukkan lewat "bawah" (duh ma'af kalau kesannya jorok ya). Tapi karena saya merasa sudah "membaik", wasirnya juga lama-lama kempes dan hilang, dan apalagi saya super sibuk dengan printilan sebagai Ibu baru, maka saya melupakan perawatan wasirnya. Kemungkinan besar hal tersebutlah yang menjadi salah satu acuan wasirnya menjadi penyakit kambuhan. Please Bumil yang baca ini, dan sedang menjalani kehamilan pertamanya, tolong jadikan pengalaman saya menjadi pelajaran berharga ya sebelum kalian mengalami juga, rasanya gak enak banget, trust me! turuti apa kata Obgyn dan jangan males minum/pakai obatnya, huhu.

Tentang wasir, sampai saat saya mengetik tulisan ini masih dipantau terus, saya harus memastikan wasirnya sembuh total. Karena beberapa minggu ke belakang, saat konsultasi rutin ke dokter Alergi saya dan curhat mengenai wasir, Beliau menyarankan sesuatu yang membuat saya jadi "patung" seketika, yaitu melahirkan dengan proses Sectio alias Caesar (SC). Jantung rasanya berdetak cepat sekali dan kaki saya lemas.

NO NO, saya bukan tipe Ibu yang anti SC ya, bagi saya proses kelahiran dengan cara apapun sangatlah tidak masalah. Terutama setelah saya merasakan sendiri perjuangan melahirkan itu seperti apa, saya semakin respect terhadap seluruh Kaum Ibu di Dunia mau bagaimanapun caranya mereka saat melahirkan anak-anaknya. Kekagetan saya lebih ke karena saya tidak punya pengalaman dan kesiapan (mentally) tentang melahirkan dengan proses selain normal.

Itu membuat saya nge-Blank, ini seperti kembali ke titik awal lagi saat saya akan melahirkan Alfath dulu. Saat itu saya tak henti-hentinya melakukan usaha apapun semampu saya, dan keyakinan saya juga diperkuat dengan do'a dan afirmasi positif dari Obgyn bahwa saya mampu melahirkan normal, hingga akhirnya saya berhasil melahirkan Alfath dengan normal tanpa kendala apapun.

Di kehamilan kedua ini, saya juga membayangkan hal demikian akan terulang, besar keinginan saya untuk dapat melahirkan si Adik dengan cara yang sama seperti saat saya melahirkan Kakaknya. Tapi semua saya serahkan ke Yang Maha Kuasa, dan tentunya ini akan berlanjut ke konsultasi mendalam dengan Obgyn saya minggu depan. Semogaaa ada kabar baik ya, mohon do'anya Manteman semua. Apapun yang terbaik bagi Adik Bayi dan saya. Amiiin.

Keputihan
Ini seperti "lagu lama", keputihan bukanlah hal yang baru bagi saya. Dari sebelum menikah, saya memang sensitif akan keputihan, walaupun bukan yang mengganggu apalagi hingga infeksi.

Setelah menikah dan kemudian hamil, saya sempat mengalami keputihan yang mengganggu, dikarenakan hawa panas di Jabodetabek yang membuat area sensitif saya menjadi mudah mengalami keputihan. Saat itu saya bahkan mengalami infeksi yang akhirnya membuat saya lebih sering check up diluar jadwal rutin yang harusnya masih sebulan sekali, hanya untuk membersihkan dan memeriksa keputihannya supaya tidak menyebabkan kontraksi dini, kemungkinan buruk yang harus dihindari saat itu adalah terjadinya kelahiran Prematur.

Jauh sebelum merasakan nikmatnya melahirkan normal dengan 3x induksi ~yang "nikmat"nya Masya Allah~, saya sudah lebih dulu merasakan nikmatnya diorek-orek bagian bawah dengan alat semacam gunting panjang yang untuk membuka jalan lahir itu. Agak susah ya nahan supaya gak tegang, apalagi sambil nahan ngilunya, sampai-sampai saya pernah tidak sengaja menendang kepala dokter, huhu punten ya doook, untung aja dokternya baik (plus cantik bangeeet), haha.

Di kehamilan kedua ini, keputihannya juga ada lagi, tapi karena kali ini saya sudah bisa santai mengingat pengalaman dulu, saya jadi lebih tenang aja. Dari awal saya langsung beli cairan antiseptik yang aman untuk Bumil, untuk membersihkan area kewanitaan saya, dan lebih sering mengganti celana dalam sebelum lembab, lebih menjaga hati dan pikiran dari hal-hal negatif terutama yang bisa memicu stress. Dan tentu saja, secara rutin konsultasi/sharing mengenai kehamilan termasuk keputihan ini ke Obgyn supaya jangan sampai infeksi lagi.

Selain yang dijabarkan di atas, saya juga mengalami hal-hal seperti :

  • Nafsu makan meningkat drastis
  • Lebih sering pipis
  • Gerakan Baby makin aktif dan sering cegukan
  • Mulai kesulitan mengatur posisi tidur
  • Kadang mellow saat melihat Alfath lagi asik main dan ingat kalau dia akan jadi Kakak
  • Lebih mudah ngos-ngos-an saat beraktivitas
  • dan lain-lain yang so far masih aman sih Alhamdulillah alias bukan kendala berarti

Banyak perasaan dan hal positif yang saya alami dan saya rasakan juga, selain semakin semangat menyiapkan segala sesuatunya untuk menyambut si Adik bayi. And by the way, saya belum sempat belanja printilan Baby doong, haha. Baru seputar beres-beres barangnya Alfath yang selama ini numpuk di lemarinya dia, ternyata masih banyak yang belum dipakai dari sisa kado, atau sudah dipakai tapi masih bisa dimanfaatkan.

Ohya, sebenarnya ada yang sedikit mengganggu sih di kehamilan kedua ini, tentang jadwal check up yang sempat berantakan karena saya harus menemukan opsi Obgyn selain yang selama ini menjadi "andalan" saya, dari kehamilan pertama, saya sudah sangat nyaman menjadi salah satu Pasiennya dr. Tofan di RS. Bunda. Bagi yang tahu Beliau pasti tahu juga ya alasan mengapa saya susah pindah ke lain Obgyn, sudah terlalu sayang dengan dokter cantik satu itu.

Tapi ada moment dimana saya gak bisa rutin check up ke Beliau dan itu bikin saya sedih sih, nanti saya ceritakan di postingan terpisah. Sementara sharingnya dicukupkan sampai disini dulu ya, semoga teman-teman yang baca gak bosan.

Semangat Bumiiiils! Always remember that positive thinkin' will bring us the positive feelin'. Semoga kita selalu ada dalam lindunganNya. Amiiin Ya Rabb.

Love Love!

You Might Also Like

14 komentar

  1. Insaallah wasir ga jadi kendala untuk lahiran normal, aku dah 4x melahirkan kondisi wasir. Optimis dan positif thiking aja ya, moga kita dimudahkan, aamiin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amiiin Ya Rabb, semoga aku dilancarkan juga saat lahiran nanti ya Mba Eni, Amiiin

      Hapus
  2. Ahaa toss.. wasir dan keputihan aku pun mengalaminya, kambuh buh buh, sampe tersiksa rasanya, hihi.. Tapi alhamdulillah bisa diatasi dgn makan buah sebanyak-banyaknya mak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Diperbanyak lagi makan seratnya ya Mba, Noted bgt. Aku harus makin banyak mam buah juga nih :))

      Hapus
  3. Aku alhamdulillah hamil ketiga ini hampir ga ada keluhan, mungkin karena beneran konsen ngurus calon abang yg baru 2 thn. Paling pas malem, pinggang sakit ga bisa bangun soalnya makin gede janinnya.

    Sehat2 teh Hani, lungsur langsar.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillaaah, si Adik kedua Sholeh/Sholeha pisaaan ya. Insya Allah seterusnya lancar tanpa kendala apapun sampai saatnya kita lahiran nanti, Amiiin

      Hapus
  4. Ihiiiy udah mulai sering ditendang-tendang baby ya mba Han.. Aku suka pas hamil trimester kedua sama ketiga perutnya suka gerak bergelombang.. �� :D Eiya, aku pas hamil kedua juga sempet ngalamin gatal2 di tangan tapi gak sampai parah.. Sempet juga mata kiriku kayak bintitan gede, padahal itu ada lemak di dalamnya.. Udah ditindak di dookter mata, ilang, eh ada lagi.. Yo wes kata dokter mata tunggu sampai lahiran aja.. Ternyata emang hormon keliatannya.. Soalnya abis lahiran gak berapa lama terus ilang sendiri.. hihi.. Ada-ada aja ya cerita waktu hamil.. �� Sehat2 yaa mba Han..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha iya ya Bubu, jadi semakin yakin setelah baca2 pengalaman Bumils, kalau setiap kehamilan itu unik, punya cerita sendiri2, kadang ada yang sama tapi banyak yang beda sendiri juga. Begitupun dengan Anak. Jadi seperti apapun prosesnya, patut disyukuri. Sehat2 juga ya BUbu sekeluargaaa :*

      Hapus
  5. Hehehee pengalaman dengan wasir kita sama ya. Baca tulisannya kelihatan banget makin matang dalam menghadapi kehamilan kedua. Masalah2 yg timbul bisa dilalui dengan baik dan bumil tetap cantik euy

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amiin insya Allah Mba Donna, setidaknya gak mudah panik atau parno seperti di kehamilan pertama, haha.

      Hapus
  6. Wah aku juga dulu waktu hamil mengalami gatal-gatal. Ternyata efek hormon yaa. Saat itu aku cuekin aja sih. Alhamdulillah menghilang sendiri. Baca tulisan mbak Hanni jadi bikin aku kanyen masa-masa hamil. Duuh aku kok mendadak latah pingin hamil lagi. (+_+)

    BalasHapus
  7. Kalo aku dulu gatal mah di perut karena janin makin gede wkwkwk.... keputihan hal yg umum terjadi pada ibu hamil.

    BalasHapus
  8. Sehat selalu bumil syantieeekkk. Semoga diberikan kemudahan dan kelancaran sm Allah saat lahiran. Aamiin

    BalasHapus
  9. Dan jawaban obgyn atas segala curhatan keluhan kehamilan adalah itu semua normal, hormonal dan akan sembuh setelah melahirkan. Houbf... Semacam sia2 curhat deh, dok! Hehe... Teh hani, Lancar2 yaaa... Mau vaginal mau SC yang penting dilalui dg bahagia dan sehat ibu juga anaknya ��

    BalasHapus

Selamat datang di Rumah Hani dan Randi, ada Alfath juga lho sekarang. Silahkan menikmati rumah kami, dan jangan lupa meninggalkan jejak yaa.. Terimakasih :))

Followers

Follow Me

Like us on Facebook

Subscribe