Pindy Permen Susu Dengan Tiga Rasa Enak yang Aman Untuk Dikonsumsi

4/26/2018


Permen identik dengan kesukaan anak kecil, kadang dipakai sebagai "senjata" supaya buah hati gak nangis atau cranky. Sekali anak kenal permen, biasanya akan keterusan, mau lagi dan minta lagi.

Saya ingat pertama kali Alfath kenal permen, bukan dari saya atau Randi, melainkan dari Omanya yang saat itu kami titipi Alfath saat kami sedang kerja.

Dari situlah Alfath tahu cemilan kecil yang rasanya manis dan sepertinya Alfath yang usianya sekitar 2 tahun setengah sangat menikmatinya. Dari situ pula Alfath jadi tahu "konsep" jajan. Duh gawat!. Setelah saya tanya ke Mama saya kenapa Alfath dikasih permen, Mama saya bilang katanya supaya Alfath gak nangis dan gak bosan di rumah terus, makanya diajak ke warung di luar Komplek. Huhu.

Saya dan Randi cuma bisa diam dan mikir, harus gimana nih, padahal kami sudah sepakat kalau gak akan ngenalin dulu Alfath ke permen dan teman-temannya, semua makanan atau cemilannya Alfath selalu kami siapkan dan stok di rumah. Maksudnya supaya gak perlu beli-beli lagi diluar. Tapi yaaa, nasi sudah jadi bubur, dan memang selalu ada cerita setiap kali kami menitipkan Alfath ke Omanya.

Tapi akhirnya saya memberanikan diri untuk bilang ke Omanya Alfath alias Mama saya untuk gak jajanin Alfath lagi, apalagi jajanin permen yang seperti agar-agar itu, kadar gulanya banyak banget dan takut Alfath jadi ketagihan. Alhamdulillah permintaan saya disambut positif oleh Mama saya.


Itu cerita singkat perkenalan pertama Alfath dengan permen. Semenjak itu saya dan Randi sangat memantau cemilan Alfath setiap harinya. Berharap gak kecolongan lagi.

Kami khawatir aja kalau Alfath sampai terbiasa makan permen, gigi susunya akan rusak sebelum waktunya, apalagi saat itu Alfath masih susah diajarin gosok gigi, perlu perjuangan ekstra untuk gosok giginya Alfath terutama setelah dia udah sangat bawel, pasti ada aja kalimat penolakannya, gak mau sikat gigi.

Waktu berlalu terasa cepat, sekarang Alfath sudah berusia empat tahun, lalu apakah Alfath masih kami larang makan permen? Jawabannya adalah "iya" tapi tidak sepenuhnya. Kadang kami bolehin Alfath menghisap permen dengan catatan dibawah pantauan kami. Daaaan dia harus janji gak akan males gosok gigi.



Mendampingi Alfath untuk memilih jajanan sehat adalah salah satu yang menjadi concern saya dan Randi. Kami sangat belajar dari masa kecil kami sendiri, dan mengambil beberapa pelajaran untuk diterapkan ke anak-anak kami. Kami gak mau Alfath sampai harus merasakan sakit gigi di usianya yang masih Balita ini. Jangankan anak kecil, kita aja para dewasa ogah banget kan ya kalau dikasih sakit gigi. Selain itu, kandungan gula yang berlebih juga kurang baik untuk kesehatan.


Jadi, walaupun peraturan tentang jajan sudah diubah, Alfath tetap mendapatkan pengawasan ekstra dari kami dalan memilih jajanannya. Seperti Pindy permen susu ini nih, aman, halal, dan aman dikonsumsi siapa saja termasuk anak.

Saya membolehkan Alfath menikmati permen Pindy ini sebagai reward saat dia melakukan hal-hal positif seperti sudah bersikap baik saat ada tamu datang ke rumah, atau rajin membantu pekerjaan rumah seperti mau beresin mainannya sendiri, selain untuk melatih rasa tanggung jawab sedini mungkin, tapi juga sebagai bentuk apresiasi.


Saya sadar anak seusia Alfath masih perlu banyak semangat, support, dan mood booster. Jadi, memberikan kelonggaran dan tidak selalu bersikap kaku bagi saya dan Randi bukanlah suatu kesalahan. Dan Alhamdulillah sejauh ini Alfath tumbuh menjadi anak yang periang.

Ohya, Pindy permen susu ini merupakan permen yang saya suka juga lho, rasanya memang enak, kenyal-kenyal bikin suasana kerja semakin asik. Karena saya sudah membuktikan sendiri keamanannya, makanya gak khawatir ngasih ini ke Alfath dan keluarga. Ini sekaligus menepis berita tidak benar yang sebelumnya sempat ada, waaah itu semua hoax ternyata. Buktinya, permen Pindy ini sudah terdaftar di BPOM.

Ada tiga varian rasa yaitu Coklat, strawberry, dan rasa susu. Saya suka tiga-tiganya karena memang suka dairy food, kalau Alfath cenderung suka yang rasa coklat. Alfath seneeeng banget waktu main di taman, tiba-tiba saya kasih Pindy permen susu yang rasa coklat, langsung dikunyah, haha.

Pindy permen susu dengan 3 rasa - Informasi nilai gizinya lengkap - Halal dan terdaftar di BPOM
Jadi, ngasih permen ke anak itu boleh atau ngga? buat saya dan Randi, boleh-boleh aja selama kita tetap mendampingi dan memastikan gak berlebihan dan yang penting jangan lupa pastikan mereka gosok gigi dua kali sehari. Selain itu, memilih jajanan anak yang sehat itu memang susah-susah gampang, apalagi menurut pengalaman teman yang anaknya sudah sekolah dan pulang pergi sekolahnya sendiri, anaknya itu jadi susah dikontrol dalam memilih jajanan di sekolah, agak ngeri-ngeri gimana ya, karena ini menyangkut kesehatan buah hati kita.

Saya berharap, dengan memberikan penjelasan terus menerus ke Alfath namun tetap memberikan kelonggaran di moment-moment tertentu, menjadi bekal kedepannya saat Alfath sudah benar-benar mandiri, dia tau mana yang baik dan tidak terutama  dalam hal memilih dan memilah jajanan di luar.

Tugas sebagai Orangtua memang gak akan ada habisnya ya, hihi. Banyak harapan yang kita gantungkan ke anak-anak kita, dan sebagai  support system terbaik untuk mereka, sudah menjadi tugas kita untuk selalu ada mendampingi mereka dengan penuh cinta.

So, gimana Alfath? besok kita main ke taman lagi yuuuuk, Mama kasih permen pindy lagi deeeeh, tapi Mama boleh bagi yaaa, hahaha. Ohya, jangan lupa follow juga akun Instagram-nya @permenpindy_id siapa tahu ada info-info menarik atau lomba berhadiah menggiurkan

Much Love,
Mama Hani & Papa Randi




You Might Also Like

0 komentar

Selamat datang di Rumah Hani dan Randi, ada Alfath juga lho sekarang. Silahkan menikmati rumah kami, dan jangan lupa meninggalkan jejak yaa.. Terimakasih :))

Followers

Follow Me

Like us on Facebook

Subscribe