2nd Pregnancy Journey - Trimester pertama

4/11/2018


"Hamil lagi ya? Eh tapi katanya kalau kehamilan kedua mah lebih gampang ya"

Hemmmm.. Aminin aja. AMIIIIIN YA RABB.

Kehamilan yang kedua di trimester pertama sepertinya tidak jauh berbeda dengan kehamilan pertama dulu. Tapi mungkin yang sekarang saya agak lebih bisa bersiap mengingat dulu pernah mengalami hyperemesis dan konstipasi selama satu bulan. Itu moment perjuangan yang luar biasa.

Sesaat "iri" dengan para Mommies yang "hamil kebo", tapi ketimbang ngeluh berlebihan, mending dinikmati aja kan ya. Manikmati juga emosi yang naik turun karena perubahan hormon.

UK 1-4 weeks
Di UK ini semua aktivitas berjalan normal. Saya masih bekerja seperti biasa, naik kereta saat berangkat dan pulang, lanjut naik Ojol pun biasa aja. Intinya belum menyadari kalau saya sedang hamil sampai menjelang UK 5weeks mulai terjadi hal-hal "mencurigakan".



UK 5-9 weeks
Di UK yang ini, udah ketahuan kalau lagi "isi", mumpung masih ada nafsu makannya, saya sengaja makan banyak apa yang saya mau (tentunya yang gak bahayain janin).

Dan ya, jangan dipikir saya gak ngasih afirmasi positif ke diri saya sendiri untuk lebih kuat dan dijauhkan dari mual muntah berlebih, dari awal lihat hasil testpack dan sempet bengong, akhirnya saya mengucap "Bismillah" dan langsuh kasih diri saya afirmasi yang baik-baik. Namun apa daya, "kenikmatan" di awal kehamilan itu harus kembali dirasakan.

Kalau compare dengan kehamilan yang pertama, ada bedanya sih. Dulu sama sekali gak mau kemana-mana, rasa takut berlebih setiap saat, takut bayinya kenapa-napa makanya serba hati-hati. Kalau sekarang agak lebih santai walau sempat kebablasan karena masih kerja dan jalan kebanyakan yang akhirnya kecapean (tapi gak dirasa), daaan puncaknya adalah saya pergi mantai bersama Keluarga Besar Dubber di Kantor dalam rangka Gathering. Tadinya ingin cancel aja tapi acara ini sudah direncanakan lama dan memang saya ingin sekali ajak Alfath ke Pantai, jadinya yaudah pergilah kami semua ke Anyer.

Hasilnya? Huhuhu, ada perdarahan yang "ngumpet" di rahim saya, kalau kata dokter namannya perdarahan Subkorionik. Next saya cerita ya soal ini.


Di UK ini mualnya gak separah dulu selama saya gak nyium bau masakan, cuma karena susah mengindarinya jadilah sehari bisa muntah-muntah, tapi Alhamdulillah sih paling cuma sekali sampai tiga kalian aja, lebih jarang dari waktu kehamilan pertama dulu. Cuma ya itu, lemes dan mudah capeknya yang mulai susah dikontrol. Sampai akhirnya gejala hyperemesis.

Karena udah ada pengalaman dari yang pertama, saya dan suami mutusin buat langsung ke RS. dan minta infus vitamin segala macam.

Nginep dua hari di "Hotel" (baca : RS) Bunda Margonda. Disana udah berasa "Surga" banget deh dikelilingi tenaga medis dan fasilitas profesionalnya. Yang bikin happy karena akhirnya ketemu lagi dengan Obsgyn cantik yang udah bantuin kehamilan dan kelahirannya Alfath dulu. Dialah dr. Taufan.

UK 10 - 12 weeks
Saya pikir setelah infus vitamin segala macam, mualnya akan jauh berkurang, seperti waktu hamil Alfath dulu, ternyata ngga, masih ada aja mual dan puyeng berlebihnya. Karena itu saya memilih untuk lebih banyak lagi melakukan aktivitas di rumah.

Rutinitas ngantor office hour saya stop dulu, hanya sesekali ke Kantor saat ada jadwal dubbing. Selebihnya, selain urusan rumah dan kehamilan, saya puas-puasin habiskan waktu dengan Alfath. Semacam "balas dendam" yaaa, saya membayar waktu yang selama ini berkurang.


Ohya, di weeks ini juga saya mulai merasakan lagi gatal di area miss v, wah tanda-tanda keputihan nih. Hal ini saya alami juga di kehamilan pertama, tapi dulu mulai terasa gatal di TM-3 setelah perut mulai besar banget. Ini kok masih TM-1 udah ada gejala keputihan sih? Hoho, baiklah saya langsung minta suami saya untuk stok Dettol Antiseptik. Berharap gak harus sampai diobati lewat "bawah" lagi.

Jadi sih kesimpulannya, kehamilan kedua ini, secara garis besar hampir mirip dengan kehamilan pertama. Hanya saja saya lebih siap dan punya gambaran bagaimana menyikapi saat ada signal-signal yang perlu dikhawatirkan. Dan yang pasti, kehamilan kedua ini sayanya lebih santai aja. Tetap baca-baca buku kehamilan, browsing sana-sini tapi ngga se-ngoyo dulu.

Apalagi karena sekarang ada Alfath si calon Kakak beneran, gak cuma panggilannya doang "Kakak". Ada aja perhatian Alfath ke Mamanya dan calon debay yang masih di perut, itu cukup membuat saya lega dan merasa semua gak akan semenakutkan kata orang, huhu masih ada aja yang mungkin mau ngasih semangat tapi pilihan kalimatnya seolah "nakut-nakutin", haha. But I'm oke kok. Lagian kalau rempong mah wajaaar, mau berapapun jumlah anak, yang penting kan kitanya gimana nyikapinnya. Lebih ke "how to manage" kali ya, dan saya percaya proses belajar itu gak akan ada habisnya, jadi yaaaa let it flow aja sambil terus berusaha lakukan yang terbaik semampu saya dan Suami, tentu dengan support dari Keluarga dan Sahabat.

Selamat tinggal TM-1 dan selamat datang TM-2, be nice, be good, ayo jalani dengan happy biar selalu awet muda. LOL.

See ya' All, tunggu cerita selanjutnya yaaaa.. 

You Might Also Like

1 komentar

  1. Selamat datang di trimester 2 teh! Kutengah melewatinya. Ohya, keputihan diobati dari bawah itu gimana? Aku menderita hiks

    BalasHapus

Selamat datang di Rumah Hani dan Randi, ada Alfath juga lho sekarang. Silahkan menikmati rumah kami, dan jangan lupa meninggalkan jejak yaa.. Terimakasih :))

Followers

Follow Me

Like us on Facebook

Subscribe