Waspada Berat Kurang Pada Anak-Anak Kita

5/22/2017

Alfath yang berangsur membaik berat badannya
"Duh, kok Alfath jadi kurusan ya sekarang".
"Lho, Alfath kurus banget siiiih"
"Alfath kok kurusan, kenapa Han? sakit?"

Dan pertanyaan serta pernyataan lain yang endebrei-endebreinya sukses membuat batin saya tersiksa. Duh, apa mereka gak mikirin perasaan saya ya waktu melontarkan pertanyaan dan pernyataan semacam itu? Nah kan, baper deh ah. Belum tentu mereka berniat menyakiti hati saya kan ya, bisa jadi sayanya aja yang kelewat sensitif, gampang kepikiran, dll.

Menjadi Seorang Mama itu merupakan "Petualangan" seru yang setiap saat bisa menemukan hal-hal baru. Bikin Amazed, tapi gak jarang banyak kekhawatiran yang sebagian mungkin hanya kita (Kaum Ibu) yang bisa merasakan. Kayaknya "penyakit" Baper pun udah jadi bagian dari keseharian.

Eitts tapiii, sebenernyaaa kita bisa lho mengalihkan penggunaan energi daripada dipakai untuk baper dan menguras pikiran dan juga bikin capek hati, mending perdalam ilmu dan banyak bertanya, juga eksplorasi pengetahuan dengan memanfaatkan kecanggihan Internet. Googling!.


Sekitar setahun lalu, saat anak saya Alfath usia dua tahun dan berat badannya menyusut drastis, saya sedih bukan main. Baper iya, kepikiran iya, kesel iya (karena banyak yang ngomong Alfath kurus banget padahal sebelumnya gembil), udah deh bawaannya sensitif. Mereka mana tahu kan kalau Alfath Alergi Dairy Food, Alfath makannya banyak tapi rupanya tidak semua Nutrisi terserap tubuhnya dia, sementara di usia segitu Alfath udah mulai aktif bukan main, geraknya banyak.

Saya mikir semalaman dan sadar kalau saya udah buang waktu dengan kebaperan saya tadi, akhirnya saya memutuskan untuk menghempas cantik rasa galau dan mulai berselancar di dunia Maya.

Wah, banyak yang senasib ternyata, saya lega karena saya tidak harus melewati semua sendirian, diluar sana banyak Kaum Ibu yang sudah lebih dulu berjuang menghalau Alergi si kecil, mereka yang kreatif mengatur menu si kecil yang walaupun terbatas dengan bahan dasar susu (alergen) tapi bisa memaksimalkan nilai gizi dari bahan makanan yang lain. Saya memutuskan untuk belajar dari mereka.

Alhamdulillah setahun berjalan, di usianya tiga tahun saat ini, berat badan Alfath berangsur membaik, pipinya ada bakpaonya lagi walau gak seperti bayi waktu masa-masa ASIX. It's owkay, anak gak harus gemuk kok, yang penting sehat, dan tetap diusahakan harus sesuai grafik pertumbuhannya.


Sebelumnya, setelah timbang beratnya Alfath dan ukur tingginya dia, biasanya saya cek tabel yang saya dapat di salah satu website tentang kesehatan anak, saya lihat apakah berat dan tingginya Alfath aman atau malah berada di garis merah. Nah, sekarang saya gak harus lihat tabel lagi, karena sudah ada cara baru dari Nutricia Sarihusada untuk memudahkan Para Ibu memastikan berat dan tinggi badan buah hatinya apakah sudah sesuai dengan seharusnya atau belum.

Caranya, adalah dengan cek di website www.cekberatanak.id dan cukup mengisi data Ibu dan Anak di kolom yang sudah disediakan, termasuk berat dan tinggi anak yang sebelumnya sudah ditimbang dan diukur terlebih dahulu, maka nanti akan keluar hasilnya apakah sesuai dengan grafik atau belum dan harus berkonsultasi lebih lanjut dengan DSA masing-masing.

Naaah, Buibu sudah pada tahu belum keberadaan website www.cekberatanak.id ini? ada yang pernah coba?. Kalau belum, jangan khawatiiir, nanti di akhir tulisan ini saya akan menunjukan hasil saat saya cek berat dan tinggi anak saya.

Waspada Berat Badan Kurang demi Masa Depan si Kecil
Setiap Ibu seperti saya tentu pengen banget agar si Kecil memiliki masa depan terbaik, karena hal itu kita perlu memastikan agar tumbuh kembang si Kecil sesuai dengan tahap pertumbuhan pada usianya. Sayangnya masih banyak kaum Ibu yang belum memahami bahwa dalam masa pertumbuhan, si Kecil rentan terhadap berbagai gangguan kesehatan, salah satunya adalah berat badan kurang (underweight).


Hal tersebut terlihat dari data tingkat prevalensi underweight masyarakat Indonesia yang cenderung naik dari 18,4% di tahun 2007 menjadi 19,6% pada 2013, itu artinyaaa saatnya kita sebagai Orangtua harus mulai waspada, karena masa depan anak taruhannya.

Alhamdulillah banget Nutricia Sarihusada menyadari keresahan tersebut dan membuat mereka meluncurkan kampanye edukatif “Waspada Berat Badan Kurang” yang bertujuan  mengajak kita Para Bunda agar lebih memahami masalah Berat Badan Kurang yang dapat terjadi pada si Kecil, serta dampaknya bagi masa depan si Kecil sehingga kita termotivasi untuk memantau pertumbuhan si Kecil secara teratur dan berkonsultasi kepada tenaga kesehatan. Saya sangat semangat dengan Sosialisasi ini.

Dampak Berat Badan Kurang bagi Masa Depan si Kecil

dr. Yoga Devaera Sp.A(K), Spesialis Anak Konsultan Nutrisi dan Penyakit Metabolik mengatakan “Para Bunda perlu waspada terhadap masalah berat badan kurang yang dapat terjadi pada si Kecil. Berat Badan Kurang merupakan salah satu permasalahan pertumbuhan yang mengacu terhadap berat badan dan usia, sehingga si Kecil dapat terindikasi berat badan kurang jika berat badannya di bawah rata – rata anak seusianya dengan mengacu pada kurva pertumbuhan Badan Kesehatan Dunia (WHO). Si Kecil yang mengalami berat badan kurang berisiko mengalami masalah tumbuh kembang baik perkembangan otak, pertumbuhan fisik, hingga organ metabolik yang berdampak bagi masa depannya”.


Faktor yang Memengaruhi Masalah Berat Badan Kurang
Penyebab berat badan yang kurang ini sebenarnya berbeda-beda, jadi jangan sampai kita memukul rata semua anak yang kita rasa kecil perawakannya disebabkan karena hal yang sama. Masih menurut dr. Yoga, berat badan kurang dapat dipengaruhi oleh asupan nutrisi, aktivitas fisik, gangguan metabolik atau penyakit tertentu, serta pengaruh genetik/keturunan, hingga faktor tidak langsung seperti lingkungan dan sosio-ekonomi.

Ini mengingatkan saya ke menu-menunya Alfath yang saya usahakan bervariasi. Karena ternyata hal tersebut mempengaruhi frekuensi makan juga. Selain itu, feeding style pun cenderung menjadi faktor dominan pada masalah Berat Badan Kurang. 

Intervensi gizi yang tepat untuk si Kecil yang mengalami masalah Berat Badan Kurang adalah dengan menambah asupan kalorinya. Kita dapat memberikan makanan atau minuman tambahan dari sumber protein hewani dan lemak, seperti telur, keju, ayam, daging, dan susu. Huhu, info penting banget ya ini, bersyukur banget punya kesempatan ketemu dr. Yoga. 

Pentingnya Pemantauan Berat Badan si Kecil sejak Dini
Kemarin itu, dr. Yoga juga menekankan bahwa kita dianjurkan selalu melakukan pemantauan sejak dini untuk memastikan si Kecil tumbuh optimal sesuai tahapan tumbuh kembangnya. Mengingat bahwa gangguan tumbuh kembang yang muncul karena berat badan kurang dapat mempengaruhi kualitas hidup si Kecil dan pada akhirnya mengancam masa depannya. Ini nih sejujurnya yang bikin paranoid.

Kita juga dianjurkan untuk aktif berkunjung ke pusat pelayanan kesehatan seperti Posyandu, Puskesmas, klinik khusus ibu dan anak, hingga rumah sakit agar dapat memanfaatkan layanan pengukuran berat maupun tinggi badan si Kecil. 

Jangan sampai lupa nih bawa buku KIA yang sama semenjak masa kehamilan anak kita. Disana kita juga bisa mendapatkan edukasi dari tenaga kesehatan tentang tumbuh kembang dan nutrisi yang dibutuhkan oleh anak kita. Hal ini pada akhirnya akan mendukung peran penting kita dalam memantau pertumbuhan si Kecil secara teratur dan menyediakan asupan nutrisi seimbang agar anak kita terhindar dari masalah berat badan kurang.

Kampanye Waspada Berat Badan Kurang oleh Nutricia Sarihusada


Seperti yang sudah saya sedikit jelaskan diatas, Nutricia Sarihusada tergugah untuk melakukan kampanye “Waspada Berat Badan Kurang” khusus untuk para Bunda. Yang bertujuan untuk mendukung para kita agar dapat mengenal masalah berat badan kurang dan melakukan langkah tepat dengan memantau berat badan si Kecil secara teratur dan aktif berkonsultasi kepada tenaga kesehatan. 

Dan untuk semakin memudahkan, kita bisa bebas cari beragam informasi bermanfaat tentang pertumbuhan si Kecil supaya tumbuh optimal, dengan mengakses media sosialnya Sarihusada - Nutrisi Untuk Bangsa. 

Anggi Morika selaku Growth Care Manager Sarihusada menyatakan optimismenya untuk membawa kampanye tersebut lebih luas dengan meluncurkan www.cekberatanak.id. Mba Anggi berharap website ini dapat mempermudah kita memantau perkembangan berat badan anak-anak kita. 

Kalau misal ada yang kita khawatirkan dengan hasil ngecek di website www.cekberatanak.id ini kita bisa lanjut berkonsultasi kepada tenaga kesehatan. 

Sedikit Tentang Nutricia Sarihusada
PT Nutricia Indonesia Sejahtera (Nutricia) dan PT Sarihusada Generasi Mahardhika (Sarihusada) berkomitmen untuk memastikan tingkat kehidupan yang lebih baik untuk generasi sekarang dan akan datang melalui pemenuhan nutrisi pada tahap awal kehidupan. Nutricia dan Sarihusada percaya bahwa pemenuhan nutrisi sehat selama 1.000 hari pertama sejak kandungan hingga tahun ke-2 akan berdampak seumur hidup.

Nutricia dan Sarihusada secara aktif bekerja sama dengan Para Ibu, dokter dan praktisi kesehatan untuk memberikan edukasi, dukungan konseling serta program pengembangan anak yang berfokus pada stimulasi kesehatan fisik dan pengembangan karakter untuk memastikan kesehatan dan kesejahteraan generasi penerus di Indonesia. 

Di Indonesia, Nutricia berdiri sejak tahun 1987 dan Sarihusada sejak tahun 1954. Keduanya merupakan bagian dari Danone Nutricia Early Life Nutrition. Danone adalah salah satu perusahaan makanan dan minuman terbesar di dunia yang memiliki misi memberikan kesehatan kepada sebanyak mungkin orang dan beroperasi di 160 negara dengan jumlah karyawan lebih dari 100.000 orang di seluruh dunia.

Cek Berat dan Tingginya Alfath di www.cekberatanak.id
Karena penasaran, sambil berharap-harap cemas, saya langsung coba sendiri cek Berat Badannya anak saya Alfath. Para Ibu yang lain kalau mau ikutan cek berat badan Putra Putrinya, yuuk ikutan saya yuuk, gini langkah-langkahnya.

1. Masuk ke website www.cekberatanak.id, tampilannya akan seperti di bawah ini dan langsung aja klik yang berwarna abu itu "KLIK DISINI UNTUK MEMULAI".


2. Masukan data diri kita (nama Ibu) di kolom-kolom seperti di bawah ini, kemudian klik "SELANJUTNYA".


3. Masukan data anak di kolom-kolom seperti ini, kemudian klik "KLIK UNTUK HASIL".


4. Dan taraaa, hasilnya akan langsung keluar seperti ini. And I've got such a good news like this. Alhamdulillaaah.


Di gambar terakhir, tertulis bahwa beratnya Alfath sudah sesuai dengan tinggi badannya. Tapiiiii, saya masih mempunyai PR banget niiih. Karena Alfath beratnya bisa dibilang pas-pasan. Walaupun saya sangat bersyukur karena ini adalah pencapaian bagi kami semenjak Alfath sempat nyusut drastis beratnya di usia dua tahun di karenakan alergi susu sapi (Dairy food) dan juga mungkin karena saya kurang variatif menyiapkan menu yang non dairy jadinya Alfath sempet bosan, saya masih harus rajin memantau beratnya Alfath secara berkala supaya ngga "kecolongan" lagi.

Karena, masa depan anak salah satunya ada di tangan kita Para Orangtua terutama Ibu. Dan yang harus menjadi concern kita adalah kondisi fisik dimulai dengan memantau berat badan si kecil supaya selalu berada di grafik yang seharusnya.

Bunda, Ibu, Mommy, Umi, Mimi, dll, ayo waspada berat kurang pada anak-anak kita!.

Best Regards,

You Might Also Like

4 komentar

  1. Memantau terus pertumbuhan anak, tugas mulia seorang ibu, demi masa depan anak. Yups, keren

    BalasHapus
  2. Berat badan anak memang penting tp yg lebih penting memang anak tetap sehat dan aktif dan yg perlu diperhatikan gizi makanan yg tepat atau bisa konsultasi dokter gizi kalau memang berat badan anak beratnya terlambat..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, gak harus gemuk ginuk2 utamakan sehat dg berat ideal.

      Hapus

Selamat datang di Rumah Hani dan Randi, ada Alfath juga lho sekarang. Silahkan menikmati rumah kami, dan jangan lupa meninggalkan jejak yaa.. Terimakasih :))

Followers

Follow Me

Like us on Facebook

Subscribe