Sunco Pastikan Masakan Di Rumah Bukanlah The Silent Killer.

2/01/2017


Ngomongin tentang masakan rumah, banyak banget alasan mengapa para Ibu lebih memilih memasak daripada membeli makanan di luar. Selain lebih hemat, dengan memasak sendiri menu sehari-hari, dijamin terjaga kebersihan dan kesehatannya, dan bisa dapat banyak. Setuju ya Buibuuu?.

Saya merasakan sendiri dari mulai belanja bahan masakan yang ternyata susah-susah gampang, apalagi karena saya punya bad habit seperti banyak "jijik"nya jadi picky banget. Beli sayuran atau ikan/daging harus yang bersih, yang ngga di lalerin, dan sebenarnya saya gak terlalu suka dengan bahan-bahan masakan yang di bekukan, tapi karena sering kepepet waktu, kadang suka beli yang beku juga untuk stok. Untuk belanja harian, biasanya beli di abang sayur langganan, atau di Supermarket terdekat yang sudah dipastikan harganya lebih murah dari Supermarket lainnya. 

Jarang belanja ke Pasar Tradisional karena sejujurnya saya males becek dan juga gak pinter nawar, haha, emak macam apa saya ini ya? Tapi begitulah, bad habit yang kadang-kadang kambuh, kok kadang-kadang? Karena ada saatnya mood saya bagus dan niat banget belanja ke Pasar Tradisional. Maklum emak moody, hihi.

Masak apa aja biasanya dirumah?

Hemmm, banyak sih ya macam-macam, yang pasti sih saya jarang ngolah masakan yang bumbunya harus saya ulek, paling kalau lagi pengen banget, baru deh, itu pun minta suami yang ngulekin. Karena walaupun kemampuan masak saya ngga sejago Ibu-ibu yang lain, saya tetap "penganut" bumbu itu harus diulek bukan di blender, karena rasanya beda.
Beberapa menu sederhana yang gampang bikinnya.
Tapiii, yang paling sering banget, yang paling jadi andalan biasanya yang goreng-gorengan, walaupun saya mulai menikmati makan makanan yang di grill semenjak Mama saya menghadiahi saya alatnya yang membuat saya "ketagihan" bikin-bikin apapun di grill, gorengan tetaplah "primadona". Selain itu, saya juga suka tumis-tumisan yang membutuhkan minyak dengan kadar yang lumayan. Karena itu, saya harus lebih pandai lagi dalam pemilihan minyak goreng, gak cuma mikirin harganya aja yang harus murah supaya hemat.

Makanan sehat adalah keharusan.
Semua berawal dari masakan rumah yang sebaiknya diolah sendiri, yang bisa kita atur sendiri bahan dan bumbunya supaya ngga gurih berlebihan apalagi dengan kandungan MSG. Begitupun dengan penggunaan minyak yang sudah kita pilih dan pilah sendiri kualitas dan harganya.

So, yakin minyak goreng yang dipakai selama ini baik untuk kesehatan, atau malah jadi biang penyakit?
Nah kan galau lagi.


Ini nih minyak goreng yang baik banget.
Kabar baiknyaaa, tanggal 25 januari kemarin saya menghadiri Simposium di RSPP dengan tema "Masakan Rumah, The Silent Killer?", agak ngeri-ngeri gimana ya dengan temanya, tapi jadi nyentil para undangan yang hadir untuk lebih aware lagi dengan kandungan gizi dalam setiap masakan yang kita olah sendiri di rumah. Karena, kalau sampai salah memilih minyak goreng yang baik dan benar, bisa fatal akibatnya bagi kesehatan orang serumah. Syukurlah, kemarin saya dapat tambahan ilmu dari para Narasumber yang ahli di bidang kesehatan.

Pada dasarnya, minyak itu diperlukan dalam gizi dengan jumlah seimbang, kalau selama ini kita sangat mengkhawatirkan dengan kadar minyak dalam makanan, sebaiknya mulai berhenti berpikir demikian. Lemak atau minyak yang terdapat dalam makanan sebenarnya berguna untuk meningkatkan jumlah energi, menyerap vitamin A, D, E, dan K. Juga, sebagai penambah lezatnya masakan kita.

Ibu Maulina Wijaya selaku Deputy Marketing Manager Sunco sempet bilang kalau masyarakat seringkali menganggap minyak goreng adalah hal yang tidak berbahaya jika digunakan secara berulang. Padahal seharusnya, jika minyak goreng sudah berubah warna akibat sisa makanan, sebaiknya diganti dengan minyak yang baru. Selain itu, penggunaan suhu yang terlalu panas juga harus dihindari, karena dapat membentuk radikal bebas yang bisa merugikan kesehatan dan merusak kandungan vitamin yang ada dalam minyak tersebut.

Dan yang harus diperhatikan lagi, walaupun lemak/minyak itu penting bagi penyerapan vitamin A, D, E, dan K, kita tetap harus menjaga supaya tidak berlebihan. Kelebihan lemak akan menyebabkan obesitas dan penyakit degeneratif seperti Kanker, penumpukan lemak di hati, dan yang sering kita dengar adalah jantung koroner. Kita dituntut untuk menjaga betul kandungan lemak yang masuk ke dalam tubuh nih ya supaya hidup senantiasa sehat.

Trus, minyak yang baik itu yang kayak gimana? apa harus yang mahal?

Naaah, ini nih, Ibu-Ibu biasanya ketakutan duluan kalau lihat bandrol harga yang tercantum saat belanja, pun dengan minyak goreng. Pokoknya asal harga terjangkau, "bodo amat" kandungan dalam minyak itu apa, beli ajaaaa, hemat beeeeb. Etapi, kayaknya gak semuanya ya kayak gitu, saya rasa saat ini Ibu-Ibu sudah sangat pintar memilih dan memilah bahan makanan untuk diolah, cuma kan manusiawi kalau sesekali salah karena belum tau atau super sibuk sampai gak sempet memperhatikan kandungan minyak yang dibeli. Salah dua yang harus diperhatikan saat memilih minyak goreng adalah Bening dan sedikit menempel pada makanan. Syukurlaaah, di rumah saya menggunakan minyak goreng Sunco.

Mengapa Harus Minyak Goreng Sunco?
Seperti yang saya tulis di atas, minyak goreng dengan kualitas yang baik adalah yang bening. Nah, Sunco memiliki kualifikasi minyak goreng sehat yang salah satunya adalah bening/jernih. Selain itu, Sunco memiliki tingkat kekentalan yang menyerupai air alias lebih encer ya Buibu. Minyak goreng yang encer seperti inilah yang membuat dia lebih sedikit menempel kepada makanan yang kita masak, dan itu berarti otomatis jumlah minyak yang kita konsumsi juga tidak berlebihan.


Selain itu, Sunco tidak mudah beku, artinya dia mempunyai kandungan lemak jenuh yang lebih sedikit. Tapi bener ngga ya Sunco seperti itu? Eh, ternyata kalau pengen buktiin kebenaran kualitas Sunco ini sangat mudah lho. Kita bisa melakukan tes organoleptic, dengan cara mengecap sejumlah minyak goreng sekitar satu sendok, kalau memang rasanya seperti air (tanpa rasa), itu artinya minyak goreng itu berkualitas baik dan pasti tidak membuat serik di tenggorokan.

Christian Sugiono meminum minyak goreng Sunco.
Dan kami para Ibu-Ibu yang hadir di acara Simposium "Makanan Rumah The Silent Killer?" kemarin dibuat takjub dengan kehadiran Christian Sugiono selaku Brand Ambassador Sunco yang sharing tentang keluarga kecilnya, juga berani membuktikan bahwa Sunco adalah #MinyakGorengBaik dengan cara meminumnya sebanyak satu sendok. Mas Christian bilang kalau rasanya seperti air, tenggorokan gak tetap nyaman saat menelannya tidak seperti yang di khawatirkan akan serik. Ini juga menegaskan kembali bahwa Sunco ini merupakan minyak goreng yang #DikitNempel di makanan yang kita masak/olah. Itu artinya lagiiiii, kesehatan kita akan semakin terjaga. Dijamin nih Para Ibu akan happy karena tetap bisa menyajikan hidangan spesial untuk keluarga tercinta dengan tetap hemat dan lebih banyak daripada beli diluar, dan yang pasti apapun yang kita olah dirumah tidak akan menjadi "The Silent Killer" yang menakutkan itu. Sempurna!.

Harus sering-sering intipin fanpage-nya Sunco nih kayaknya supaya gak ketinggalan info-info menarik seputar masakan. Yuk, Buibu intipin yuuuk.

You Might Also Like

0 komentar

Selamat datang di Rumah Hani dan Randi, ada Alfath juga lho sekarang. Silahkan menikmati rumah kami, dan jangan lupa meninggalkan jejak yaa.. Terimakasih :))

Followers

Follow Me

Like us on Facebook

Subscribe