#CeritaHani : Randi Bilang, “Alfath Kuat, Dia Laki-Laki”

4/19/2016



Saya Hani. Seorang Istri dan seorang Mama yang kadang-kadang perasa, cengeng  alias gampang nangis. ((KADANG-KADANG))

Kemungkinan besar dari saya lah saat ini Alfath mempunyai sifat yang kurang lebih sama. Untuk perasa, saya masih bisa memaklumi, menurut saya seorang laki-laki tidak ada salahnya mempunyai sifat perasa, dalam arti dia peka dan mengerti perasaan dirinya sendiri ataupun perasaan orang sekitar. Saya berharap Alfath tumbuh dengan hati dan jiwa penuh kasih yang bisa menjaga perasaan orang lain, intinya gak suka nyakitin hati anak orang. 

Tapi kalau untuk cengeng, oh tidak, saya mulai membiasakan Alfath untuk tidak mudah nangis karena hal-hal sepele seperti kalau tidak di turuti keinginannya (bisa buka tutup pintu kulkas sesering yang dia mau, lari larian trus nabrak, dll). Ada hal-hal yang tidak selamanya bisa dia dapatkan dengan mudah, atau bahkan tidak bisa dia dapatkan sama sekali walaupun dia sangat menginginkannya. Dia harus mengerti caranya menahan diri. Hidup bukanlah tentang apa yang dia inginkan, tapi lebih ke apa yang dia butuhkan, dan apa yang terbaik menurutNya. Klise ya.

Tapi kadang, saya sebagai si perasa ini, suka gak tahan lihat pemuda cilik itu terluka (fisik maupun psikis). Terluka karena jatuh, kulit mulusnya sobek atau baret-baret (apa sih istilahnya yang bener? Pokoknya lebam lah ya), dan paling gak tahan saat lihat dia nangis waktu saya tinggal kerja. Itu rasanya seperti di cabik-cabik pisau tertajam di dunia, hiks.

Setiap saya curhat ke Randi (Papanya Alfath) tentang perasaan saya itu, Randi selalu bilang, “gapapa, kakak (Alfath) kuat, dia laki-laki”. Dan kalimat itu terus terulang seiring seringnya saya merasa sedih.

Banyak hal sih sebenarnya yang membuat hati saya luluh lantah tentang Alfath ini, gimanapun juga, Alfath adalah anak kesayangan saya, dia seperti “percikan kembang api” disaat saya merasa hidup sudah tidak terlalu menarik, tapi saya juga belum siap mati. Dan Randi terus mengulang kalimat itu lagi. “Gapapaaa.. Alfath kuat, dia laki-laki”.

Kadang saya hanya diam saat Randi ngomong itu, tapi kadang saya kesal dan balik jawab “ya trus kalau laki-laki kenapa? Apa aku gak boleh lindungi dia dari rasa sakit?”. Tapi Randi sepertinya bersikeras bahwa Alfath harus tumbuh dengan jiwa kuat, seperti laki-laki seharusnya, gak cengeng, gak manja, sesekali merasakan sakit adalah latihan untuk ujian-ujian hidupnya di masa depan. Dan saya, setuju. 

Hidup itu tentang bagaimana kita berjuang untuk bertahan dan kemudian menang. Hidup adalah pembelajaran. Hidup adalah.. gak mulus-mulus aja, gak hepi hepi terus. Hidup bukanlah cerita dongeng yang ada di kepala saya. Hidup adalah, kadang kita ketawa tapi kadang kita nangis, dan kadang kita lakuin kedua hal itu, ketawa sambil nangis. Hidup adalah...... (makin ngaco, Han. Makin ngaco).

Iya, saya setuju, tapi gak setuju (apa sih maksudnya?). Apa yang Randi maksudkan sangat saya pahami, tapi saya juga berharap dia memahami perasaan saya sebagai Mamanya Alfath.

Seringkali saya meminta ma’af dan berterima kasih ke Alfath saat dia terlelap. 

Saya meminta ma’af atas setiap waktu yang dia habiskan tanpa saya. Saya meminta ma’af di usianya yang sangat membutuhkan saya, saya malah menghabiskan waktu di kantor. Saya meminta ma’af atas setiap air mata yang keluar dari mata mungilnya. Saya meminta ma’af karena belum bisa menjadi Mama yang terbaik. Tapi saya percaya, masih percaya, bagi Alfath saya adalah Mama idolanya. Partnernya joget-joget dan nyanyi kenceng-kenceng, Partnernya makan eskrim diam-diam supaya gak ketahuan Papanya. Partnernya saling jahil dan semua-muanya. Partnernya belajar sholat dan ngaji. Partnernya bobo siang dan nikmati sore makan jagung yang di jual abang-abang (yang lewat komplek) Walaupun pada akhirnya, saya harus kembali meminta ma’af karena sebagai Partnernya, saya sudah tidak sekompak dulu saat saya belum kembali bekerja. Walau saya berusaha membayarnya di saat weekend, tapi saya tahu saya “berhutang”.

Saya berterima kasih karena Alfath sudah menjadi anak saya yang paling manis. Terima kasih karena dia sudah bisa menggantikan Papanya membawakan saya inhaler alergi saya sambil bilang “Mama, ini obatnya Mama, Ma”. Terima kasih karena sudah membawakan tissue saat dia melihat ada air mata keluar dari mata saya karena dia berpikir saya menangis, padahal saya habis nguap aja. Terima kasih sudah menjadi jagoan yang tegar, mau melewati masa-masa sakit yang kadang tanpa pelukan saya di siang hari. Terima kasih sudah bisa menghibur saya dengan semua kelucuan dan kebisaan dia sejauh ini. Di mata saya, Alfath adalah laki-laki cilik yang hebat. Saya “memujanya” sebagaimana para Mama yang lain memuja anak-anaknya. Tanpa Alfath, saya tidak akan tahu bahwa saya bisa sekuat ini menjalani hari-hari. Karena semua perjuangan, adalah juga untuknya.

"Alfath.. jadilah kuat, jadilah laki-laki sejati".


You Might Also Like

15 komentar

  1. Ahhh mbak Hani...
    Al Fath pasti bangga punya mama seperti mbak Hani...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Deek, Amiiiin. Semoga seperti itu, I'll do my best. Semoga di masa depan, dia gak kecewa2 bgt ya punya mama kayak aku, haha. Thank you sayaaang :*

      Hapus
  2. Aahhh, mbak... Ini manis sekaliii... :')

    BalasHapus
  3. Pengen nangis bacanya, saya juga mamah yang cengeng kok mak...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Harus bikin Komunitas sendiri kita mba, "Komunitas Mama Cengeng", haha.

      Hapus
  4. Saya juga cengeng kok, Han. hiks. Alfath kuat dan bakalan menjaga mamah nya selalu yaaaa, kiss buat Alfath

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amiiin, makasih Teh Tian. Kiss kiss for you too :*

      Hapus
  5. kalau aku membiaskan anak2 tegar dan kuat, mungkin niru aku ya, segala sesuatu gak dibikin baper. Anakku jarang nangis.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Keren mba, aku harus mencontoh Mba Tira nih kayaknya :D

      Hapus
  6. Semangat kakak alfath dan Bunda Hani ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih Onti Titis, siaaaap.
      Semangat juga yaaa, Kisskiss

      Hapus
  7. Ulasannya sangat menarik. Senang sekali dapat berkunjung ke laman web yang satu ini. Ayo kita upgrade ilmu internet marketing, SEO dan berbagai macam optimasi sosial media pelejit omset. Langsung saja kunjungi laman web kami sboplaza.com ya. Ada kelas online nya juga
    lho. Terimakasih ^_^

    BalasHapus

Selamat datang di Rumah Hani dan Randi, ada Alfath juga lho sekarang. Silahkan menikmati rumah kami, dan jangan lupa meninggalkan jejak yaa.. Terimakasih :))

Followers

Follow Me

Like us on Facebook

Subscribe