Kenangan masa kecilku, masa kecilnya, dan dua boneka kura-kura kami.

10/18/2015

Masa kecil.. masa untuk warna putih.
Polos, yang ada hanyalah dunia penuh mimpi.
 Kalau saya ditanya, masa -  masa apakah yang saat ini atau sampai kapanpun akan saya rindukan? mungkin jawabannya bukan masa kecil.

Jujur saja, saya mempunyai masa kecil yang tidak seperti kebanyakan anak miliki. Tapi bukan berarti saya tumbuh di keluarga yang broken home atau sebagainya. Hanya saja, ada beberapa hal (atau mungkin banyak) yang akhirnya membawa saya ke satu impian untuk "hengkang" dari Kota Kelahiran, menjauh dari sana, dan mencari mimpi saya ditempat lain. Terlalu banyak air mata, dan rasa trauma.

Di sisi lain, saya sangat bersyukur karena memiliki keluarga yang penuh cinta dan kasih, walaupun mereka pada akhirnya tidak dapat menghentikan saya untuk menjadi "si bolang", tapi keberadaan mereka di hidup saya sangat berarti. Karena mereka juga lah, saat ini impian saya satu persatu terwujud. Dan menjadi perjalanan yang mengantarkan saya bertemu suami,  si "abang jampang" anak Betawi.

Diantara sekian banyak kisah unik di hidup saya, kisah ini salah satu teromantis versi saya. Kenapa? hmmm.. kasih tau gak ya? hihi..

Jadi waktu kecil, di tanggal kelahiran saya, Mama tidak pernah merayakan ultah anaknya karena katanya "pamali"  dan dilarang Tuhan. Tapi, Mama pasti mengajak saya keliling Pengkolan (pusat belanja Kota Garut) dan membebaskan saya untuk memilih apa yang ingin saya beli, biasanya sih ada pilihannya, antara baju dan sendal/sepatu. 

Koro-Koro (Randi) dan Kuru-Kuru (Hani), yang rukun selamanya ya.. #kissHug
Tapi di usia saya yang kira-kira sepuluh tahun, di satu etalase toko sepatu, saya melihat ada boneka kura-kura yang dipajang dan saya langsung suka karena sepertinya itu boneka tangan untuk mendongeng. Mama kebingungan waktu saya memaksanya untuk membeli boneka itu, karena boneka itu memang bukan untuk dijual. Tapi saya gak ngerti gimana Mama akhirnya "meluluhkan" pemilik toko sepatu tersebut, dan bahkan boneka itu diberikan kepada saya secara cuma-cuma. 

Hingga sebelum saya menikah, boneka itu (yang sekarang sudah kumel) tetap jadi kesayangan dan saya mempunyai kebiasaan tidur dengan memegang kepala si Kuru-Kuru (nama bonekanya).

Boneka-boneka tangan inilah yang menjadi temannya Alfath (putra kami) di dunia dongengnya.
Kejadian mengejutkan ketika saya tahu bahwa suami saya (yang saat itu masih calon suami) ternyata memiliki boneka yang sama seperti yang saya miliki semenjak belasan tahun silam, namun berbeda warna. Akhirnya kami menamai boneka itu Koro-Koro. Wah, sepertinya Kuru-kuru telah menemukan soulmate seperti halnya saya. What an amazing!!

Koro2 dan Kuru2 membuat masa kecilnya Alfath lebih bahagia,
Terima kasih yaa..
Saya dan suami sempat berpikir bahwa kedua kura itu adalah simbol bahwa kami memang diciptakan untuk satu sama lain, kami sudah ditakdirkan untuk menikah bahkan disaat kami masih kecil.
Kedua boneka kura yang akhirnya menjadi kesayangan buah hati kami, Alfath, akan selamanya menjadi kesayangan keluarga kami.

Mungkin pesan moral nya adalah, Semenyakitkan apapun masa kecil seseorang, saya percaya terdapat keajaiban2 yang mungkin tidak terlihat pada saat itu, namun akan ditunjukkan di saat yang tepat olehNya. Wallahu a'lam.

So guys, yuk mari tetap optimis dan khusnudzon akan kebesaran Allah Swt. Sekalipun kita sedang dalam posisi paling rendah sekalipun. Ganbatte!!


You Might Also Like

6 komentar

  1. Alfath, pinjem duns bonekanyaaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Boleh Tante, niiih.. *sodorin Kuru-kuru*

      Hapus
  2. Seumur hidup, saya nggak pernah punya boneka. Tapi sering sih beliin adik2 dan keluarga bonek. Yang paling berkesan saat bawa banyak boneka Galileo. Pada heboh. Hahahah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kapan2 beliin Mas Hazmi Boneka aaaah.. hahaha..

      Mau siiih Galileo-nyaaaaa :)))

      Hapus
  3. huwaa jodoh banget ya,bonekanya juga....

    BalasHapus
  4. Kita main boneka bareng yu de sama kakak chantika dan dimas

    Makasih sudah ikutan

    BalasHapus

Selamat datang di Rumah Hani dan Randi, ada Alfath juga lho sekarang. Silahkan menikmati rumah kami, dan jangan lupa meninggalkan jejak yaa.. Terimakasih :))

Followers

Follow Me

Like us on Facebook

Subscribe